Show simple item record

dc.contributor.authorAz Zahro, Sayyidah Nafisah
dc.date.accessioned2026-07-10T02:17:50Z
dc.date.available2026-07-10T02:17:50Z
dc.date.issued2026-02-26
dc.identifier.urihttps://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13371
dc.description.abstractPendahuluan: Di Indonesia, prevalensi pasien hiperurisemia sekitar 18,7% terjadi pada usia 45-54 tahun dan sekitar 20,0% terjadi pada usia 55-64 tahun. Prevalensi penyakit sendi dengan gejala atau diagnosis dokter di Provinsi Jawa Timur memiliki persentase 6,72%, dengan persentase tertinggi yaitu 7,04% dan persentase terendah yaitu 6,41%. Bagi penderita yang sudah lama menjalani terapi tidak selalu memiliki kepatuhan yang rendah. Hal ini dikarenakan adanya kesadaran dan perilaku baik untuk menjaga kesehatan, sehingga tidak melewatkan untuk minum obat. Frekuensi pemberian obat juga berpengaruh terhadap tingkat kepatuhan, yaitu jika jumlah item obat meningkat maka nilai skor pada kepatuhan pasien akan menurun. Adapun tujuan penelitian ini mengetahui hubungan lama penggunaan obat dan frekuensi pemberian obat terhadap kepatuhan pengobatan pasien hiperurisemia di Puskesmas Turen Kabupaten Malang. Metode: Penelitian yang dilakukan adalah jenis kuantitatif dengan menggunakan metode cross-sectional. Penelitian ini menggunakan teknik sampling non-probability tipe purposive. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 142 sampel. Instrumen penelitian menggunakan Adherence Refill Medication Scale (ARMS). Hasil: Tidak terdapat hubungan antara lama penggunaan obat dengan kepatuhan pengobatan pada pasien hiperurisemia di Puskesmas Turen Kabupaten Malang dengan nilai p-value sebesar 0,769 > α = 0,05 dan nilai koefisien korelasi didapatkan 0,0205 yang berarti nilai koefisien sangat rendah. Tidak terdapat hubungan antara frekuensi pemberian obat dengan kepatuhan pengobatan pada pasien hiperurisemia di Puskesmas Turen Kabupaten Malang dengan nilai p-value sebesar 0,971 > α = 0,05 dan nilai koefisien korelasi didapatkan 0,003 yang berarti nilai koefisien sangat rendah. Kesimpulan: Dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara lama penggunaan obat dan frekuensi pemberian obat dengan kepatuhan pengobatan pasien hiperurisemia di Puskesmas Turen Kabupaten Malang. Kata Kunci: Hiperurisemia, Frekuensi Pemberian Obat, Kepatuhan Pengobatan, Lama Penggunaan Obaten_US
dc.language.isootheren_US
dc.subjectHiperurisemiaen_US
dc.subjectFrekuensi Pemberian Obaten_US
dc.subjectKepatuhan Pengobatanen_US
dc.subjectLama Penggunaan Obaten_US
dc.titleHubungan Lama Penggunaan Obat Dan Frekuensi Pemberian Obat Terhadap Kepatuhan Pengobatan Pasien Hiperurisemia Di Puskesmas Turen Kabupaten Malangen_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record


PRISMA Knowledge Center
Perpustakaan dan Kearsipan Universitas Islam Malang
Telp: 0341-581613, Fax.: 0341-552249
Jln. MT. Haryono 193, Kota Malang