| dc.description.abstract | Benalu teh dari genus Scurrula diketahui mengandung 16 jenis senyawa aktif, yang terdiri atas enam asam lemak tak jenuh, dua jenis xantin, dua flavonol glikosida, satu glikosida monoterpen, satu glikosida lignan, dan empat jenis flavon. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas ekstrak etanol dan aquadest dari benalu teh (Scurrula atropurpurea) dalam menghambat pertumbuhan bakteri S. aureus dan E. coli, serta menentukan konsentrasi yang paling optimal dalam aktivitas antibakterinya. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental semu dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Prosedur penelitian meliputi persiapan serta sterilisasi alat dan bahan, pembuatan media kultur, peremajaan bakteri, proses ekstraksi, uji antibakteri menggunakan metode difusi sumuran, dan pengukuran zona hambat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol benalu teh paling efektif terhadap S. aureus pada konsentrasi 50% dengan zona hambat sebesar 17,16 mm, sedangkan untuk E. coli efektivitas tertinggi terdapat pada konsentrasi 75%. Pada ekstrak aquadest, daya hambat terhadap S. aureus paling tinggi pada konsentrasi 50% dengan rata-rata 14,33 mm, sementara untuk E. coli , konsentrasi efektif tertinggi adalah 100%. Secara keseluruhan, baik ekstrak etanol maupun aquadest menunjukkan aktivitas antibakteri, namun efektivitas ekstrak aquadest masih tergolong dalam kategori lemah.
Kata kunci: Antibakteri Benalu teh, Daya Hambat, E. coli, S. aureus | en_US |