| dc.description.abstract | Malang bagian selatan merupakan salah satu wilayah yang berkontribusi penting terhadap kegiatan perikanan tangkap di Indonesia. Kawasan ini memiliki keunggulan geografis karena berbatasan langsung dengan Samudra Hindia, sehingga menyimpan potensi sumber daya laut yang melimpah. Namun demikian informasi terhadap berbagai spesies ikan demersal belum banyakk dilakukan. Menginventarisasi spesies, famili dan ordo dari ikan Demersal, kelayakan biologis dan status konservasinya dan juga ukuran Panjang, Untuk menganalisis komposisi spesies dan frekuensi kehadiran spesies-sepsies ikan demsersal di sendangbiru, Penelitian dilakukan selama 2-3 dari bulan April – Juni 2025. Tempat pelaksanaan Penelitian ini di laksanakan di Dinas Kelautan Dan Perikanan UPT PPP Pondokdadap sendangbiru. Metode survei dan obsevasi langsung di lapangan pengamatan langsung di KIN Sendangbiru. Di analisis menggunakan nilai komposisi Jenis, Frekuensi Keterdapatan. Hasil jenis ikan demersal di KIN (Kios Ikan Nelayan) sendangbiru sebanyak 47 spesies yang di temukan dengan 6 ordo dengan ordo terbanyak yakni 23 ordo Perciformes/Percoidei, dengan 19 famili dengan famili terbanyak yakni famili Acanthuridae dan famili Epinephelidae).Mas – masan (Myripristis hexagona), Putri Cina (Trachinotus blochii), terdapat 34 ikan yang sudah matang gonat dan 13 ikan yang belum matang gonat atau belum mencapai ukuran Lm. Komposisi jenis ikan demersal dan frekuensi jenis nya dengan jumlah keseluruhan ikan nya berjumlah 424 dengan dominan. Komposisi jenisnya yang di dapati di Kin ( kios ikan nelayan) yakni Mas – masan (Myripristis hexagona) 10%, Bandeng laut (Chanos chanos) 22%, Zebra (Plectorhinchus vittatus) 9%, Kakap putih (Pomadasys kaakan) 6%, Kakak Tua Hijau (Scarus rubroviolaceus) 6%, Bawal laut (Acanthurus xanthopterus) 10%. Frekuensi keterdapatan yang di dapat kan di Kin (Kios ikan nelayan) yakni Mas – masan (Myripristis hexagona) 50%, Bandeng laut (Chanos chanos) 33%, Kakap Merah (Cephalopholis sonnerati) 33%, Kerapu Totol Biru (Cephalopholis argus) 33%, Kerapu (Epinephelus longispinis) 50%, Kerapu Merah (Epinephelus fasciatus) 33%, Kakak Tua Hijau (Scarus rubroviolaceus) 83%, Sekartaji (Acanthurus lineatus) 33%, Bawal laut (Acanthurus xanthopterus) 83%, Kulit pasir (Naso reticulatus) 33%, Kiperan bintikan (Pomacanthus semicirculatus) dengan 50%, Kapasan (Aluterus monoceros) 50%.
Kata Kunci : Ikan Demersal, Status Konservasi, Kelayakan biologis | en_US |