| dc.description.abstract | Konsistensi dalam Muroja’ah Al-Qur’an merupakan elemen penting dalam menjaga hafalan Al-Qur’an tetap kuat dan terpelihara. Namun, mahasiswa penghafal Al-Qur’an kerap menghadapi berbagai tantangan seperti tuntutan akademik, kegiatan organisasi, serta kurangnya pengelolaan waktu dan regulasi diri yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh manajemen waktu (time-management) dan pengaturan belajar secara mandiri (Self-Regulated Learning) terhadap konsistensi Muroja’ah Al-Qur’an pada mahasiswa anggota UKM Jam’iyyatul Qurro’ Wal Huffadz Universitas Islam Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 45 mahasiswa penghafal Al-Qur’an dan seluruh populasi dijadikan sampel menggunakan teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert, kemudian dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda untuk mengetahui pengaruh simultan dan parsial dari variabel bebas terhadap variabel terikat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen waktu berpengaruh positif dan signifikan terhadap konsistensi Muroja’ah Al-Qur’an. Demikian pula, Self-Regulated Learning memiliki pengaruh yang signifikan terhadap konsistensi Muroja’ah. Secara simultan, kedua variabel bebas memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan keteraturan dan mutu Muroja’ah mahasiswa. Temuan ini menegaskan bahwa mahasiswa yang mampu mengelola waktu secara efektif dan memiliki regulasi belajar yang baik lebih konsisten dalam menjaga hafalan Al-Qur’an.
Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan sesuai dengan rumusan masalah dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat manajemen waktu dan Self-Regulated Learning memiliki pengaruh yang signifikan terhadap konsistensi Muroja’ah al-qur’an pada mahasiswa penghafal al-qur’an di UKM Jam’iyyatul Qurro’ Wal Huffadz Universitas Islam Malang. Penelitian ini memberikan implikasi penting bagi pengembangan program pelatihan keterampilan belajar mandiri dan manajemen waktu di lingkungan pendidikan Islam. Selain itu, hasil ini diharapkan menjadi referensi bagi pengelola lembaga tahfidz dalam merancang strategi pembinaan hafidz/hafidzah yang lebih efektif. | en_US |