| dc.description.abstract | Internalisasi merupakan penanaman atau pembentukan karakter terhadap siswa. Indonesia perlu membentuk masyarakat yang mampu mengatasi keberagaman agar tidak menimbulkan perpecahan NKRI. Melalui dunia pendidikan proses internalisasi dapat dilakukan, sehingga menciptakan generasi muda yang siap menghadapi keberagaman. Maka peneliti merumuskan fokus penelitian yaitu: (1) Apa saja nilai-nilai multikultural yang diinternalisasikan melalui pembelajaran Aqidah Akhlak di MTsN Kota Batu? (2) Bagaimana proses dan tantangan dalam menginternalisasi nilai-nilai multikultural dalam pembelajaran Aqidah Akhlak di MTsN Kota Batu? (3) Bagaimana hasil internalisasi nilai-nilai multikultural di MTsN Kota Batu?. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, dan mendeskripsikan tentang internalisasi nilai-nilai multikultural melalui pembelajaran Aqidah Akhlak di MTsN Kota Batu.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif dengan jenis penelitian studi kasus, yang memungkinkan peneliti untuk mengkaji fenomena sosial secara rinci dengan penekanan pada persepsi individu. Sumber data menggunakan data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data meliputi observasi non-partisipatif, wawancara semi terstruktur dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan metode interaktif Miles, Huberman, & Saldana yang meliputi pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan serta verifikasi data dengan pengecekkan keabsahan data menggunakan triangulasi metode dan sumber data.
Berdasarkan hasil penelitian yaitu: (1) Nilai-nilai multikultural yang diinternalisasikan melalui pembelajaran Aqidah Akhlak di MTsN Kota Batu yakni, nilai inklusif, nilai saling menghormati, nilai keadilan dan kesetaraan, nilai empati, nilai gotong royong, nilai toleransi dan nilai kerukunan. Nilai-nilai tersebut terlihat dari suasana pembelajaran dan lingkungan sekolah kondusif dan sikap saling menghargai antarsiswa dari berbagai suku serta latar belakang sosial ekonomi yang beragam baik dalam pembelajaran maupun di luar jam pelajaran. (2) Proses internalisasi nilai-nilai multikultural di MTsN Kota Batu yakni, guru menerapkan metode problem solving dalam pembelajaran kelompok untuk mendorong diskusi dan pertukaran pendapat. Guru juga memberikan contoh langsung dan menerapkan nilai-nilai multikultural dalam kehidupan sehari-hari di sekolah, selain itu internalisasi juga melalui kegiatan ekstrakurikuler yang diterapkan secara langsung. Proses ini sejalan dengan tahapan transformasi, transaksi, dan trans-internalisasi nilai. Dalam proses internalisasi juga terdapat tantangan yang dihadapi dalam menginternalisasi nilai-nilai multikultural di MTsN Kota Batu yakni: a. Perbedaan pemahaman dan interpretasi konsep multikultural di kalangan siswa dan orang tua. b. Adanya stereotip dan prasangka yang terbawa dari lingkungan luar. c. Pengaruh informasi yang salah atau provokatif dari media sosial. d. Kesulitan mengubah kebiasaan siswa yang terbiasa dengan pola pikir eksklusif. e. Keterbatasan waktu dan materi dalam kurikulum yang padat. (3) Hasil internalisasi nilai-nilai multikultural melalui pembelajaran Aqidah Akhlak menunjukkan adanya perubahan sikap pada siswa, ketika di dalam kelas mereka bersikap tenang dan mengikuti pembelajaran dengan kondusif tanpa adanya kegaduhan. Ketika ada tugas diskusi kelompok, mereka juga saling bekerjasama dan mengutarakan pendapat dan saling menghargai pendapat satu sama lain sehingga dapat menemukan solusi dari diskusi tersebut. Siswa juga menjaga kebersihan kelas, menjaga dengan tanpa merusak fasilitas yang telah disediakan oleh sekolah dan menggunakannya dengan bijak. Hal tersebut tidak hanya diterapkan dalam pembelajaran saja, tetapi juga diluar jam pelajaran seperti kegiatan ekstrakurikuler, bakti sosial, maupun organisasi intra sekolah. | en_US |