| dc.description.abstract | Perceraian orang tua merupakan peristiwa yang berdampak signifikan terhadap perkembangan anak, khususnya dalam aspek perilaku social dan pendidikan. Anak-anak yang mengalami perceraian orang tua cenderung menghadapi perubahan dalam interaksi sosial, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perceraian orang tua memengaruhi perilaku sosial anak di Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap informan yang terdiri dari anak-anak korban perceraian serta tokoh agama setempat. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perceraian orang tua menimbulkan berbagai dampak negatif seperti renggangnya komunikasi dengan salah satu orang tua, munculnya perilaku menarik diri atau agresif, serta ketidakstabilan emosi yang berpengaruh pada kehidupan sosial dan akademik anak. Namun, di sisi lain, beberapa anak justru menunjukkan sikap resiliensi, menjadi lebih mandiri, serta memiliki hubungan yang lebih erat dengan salah satu orang tua setelah perceraian. Dukungan dari lingkungan keluarga besar, teman sebaya, dan sekolah menjadi faktor penting dalam proses adaptasi sosial anak pasca perceraian. | en_US |