Show simple item record

dc.contributor.authorMasri
dc.date.accessioned2026-07-20T05:24:59Z
dc.date.available2026-07-20T05:24:59Z
dc.date.issued2026-05-26
dc.identifier.urihttps://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13619
dc.description.abstractPenelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya sektor pertanian di Indonesia, berperan sebagai penopang ketahanan pangan, penyerap tenaga kerja, dan penggerak ekonomi nasional, namun sektor ini menghadapi berbagai kerentanan seperti rendahnya produktivitas, dominasi pekerja informal, alih fungsi lahan, serta minimnya regenerasi petani. Rendahnya minat generasi muda terhadap pertanian dipengaruhi oleh persepsi bahwa pertanian kurang menjanjikan secara ekonomi dan sosial, keterbatasan akses terhadap lahan, modal, pasar, serta kurangnya dukungan kebijakan dan pelatihan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Pemerintah Indonesia bekerja sama dengan IFAD melaksanakan Program YESS (Youth Entrepreneurship and Employment Support Services) sejak tahun 2019 sebagai upaya strategis mendorong regenerasi petani dan pembentukan wirausaha muda pertanian melalui pelatihan, pendampingan, hibah kompetitif, serta akses permodalan. Kabupaten Pasuruan menjadi salah satu lokasi implementasi program karena memiliki potensi pertanian dan jumlah pemuda desa yang besar. Berbagai data menunjukkan bahwa Program YESS telah menghasilkan capaian positif, seperti peningkatan jumlah wirausaha muda, peningkatan kapasitas bisnis dan literasi keuangan, penciptaan lapangan kerja baru, peningkatan pendapatan, serta kemampuan adopsi inovasi pertanian. Namun demikian, masih terdapat kendala seperti usaha penerima manfaat yang stagnan, keterbatasan akses permodalan, dan lemahnya kapasitas manajerial sebagian peserta. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keberhasilan Program YESS dalam membentuk motivasi berwirausaha pemuda tani di Kabupaten Pasuruan melalui pendekatan evaluasi Context, Input, Process, dan Outcome, termasuk menguji pengaruh langsung maupun tidak langsung antarvariabel terhadap peningkatan pengetahuan, kemampuan akses modal, dan motivasi berwirausaha penerima manfaat program Metodologi penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif untuk menganalisis tingkat keberhasilan Program YESS (Youth Entrepreneurship and Employment Support Services) di Kabupaten Pasuruan. Penelitian dilakukan terhadap penerima manfaat Program YESS yang terdiri atas peserta hibah kompetitif tahun 2023 dan peserta pelatihan serta pendampingan tahun 2024. Populasi penelitian berjumlah 8.524 orang dengan sampel sebanyak 82 responden yang ditentukan menggunakan metode cluster random sampling dan rumus Slovin berdasarkan jenis program intervensi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan penyebaran kuesioner yang memuat variabel konteks, input, proses, peningkatan pengetahuan dan keterampilan, akses modal, serta motivasi berwirausaha. Analisis data menggunakan metode SEM-PLS (Structural Equation Modeling–Partial Least Squares) untuk menguji hubungan langsung dan tidak langsung antarvariabel melalui model jalur (path analysis). Evaluasi model dilakukan melalui uji validitas, reliabilitas, dan koefisien determinasi (R²), sedangkan pengujian hipotesis dilakukan dengan melihat nilai path coefficient, t-statistic, dan p-value hasil bootstrapping. Model penelitian dibangun berdasarkan pendekatan evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product) yang menjelaskan pengaruh variabel konteks dan input terhadap variable proses pelaksanaan program, serta dampaknya terhadap variable peningkatan pengetahuan dan keterampilan, kemampuan akses modal, dan motivasi berwirausaha penerima manfaat Program YESS di Kabupaten Pasuruan. Hasil penelitian menggunakan pendekatan PLS-SEM menunjukkan bahwa keberhasilan Program YESS dalam membentuk motivasi berwirausaha pemuda tani di Kabupaten Pasuruan terjadi melalui mekanisme bertahap dan tidak langsung. Variabel konteks dan input terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap proses pelaksanaan program, sedangkan variable proses berpengaruh signifikan terhadap variable peningkatan pengetahuan dan keterampilan penerima manfaat. Namun demikian, variable konteks dan input, maupun proses program tidak secara langsung memengaruhi variable motivasi berwirausaha maupun kemampuan akses modal. Variable Peningkatan pengetahuan dan keterampilan terbukti berpengaruh signifikan terhadap variable kemampuan akses modal, sedangkan variable kemampuan akses modal menjadi variabel yang paling kuat dan signifikan dalam membentuk motivasi berwirausaha penerima manfaat Program YESS. Hasil pengujian pengaruh tidak langsung menunjukkan bahwa beberapa jalur mediasi bekerja secara signifikan, terutama jalur pengaruh variable konteks dan proses melalui variable peningkatan pengetahuan dan keterampilan terhadap kemampuan akses modal, serta jalur pengaruh variable peningkatan pengetahuan dan keterampilan melalui variable akses modal terhadap motivasi berwirausaha. Temuan ini menunjukkan adanya mediasi penuh (full mediation), di mana motivasi berwirausaha tidak terbentuk secara langsung melalui pelatihan atau proses pelaksanaan program, tetapi melalui peningkatan kapasitas peserta yang kemudian memperkuat kemampuan mereka dalam mengakses modal usaha. Secara keseluruhan, model penelitian mengindikasikan bahwa Program YESS bekerja melalui mekanisme sequential process, yaitu konteks dan input memperkuat proses program, proses meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, peningkatan kapasitas memperkuat akses modal, dan akses modal akhirnya menjadi faktor utama dalam membentuk motivasi berwirausaha pemuda tani di Kabupaten Pasuruan. Berdasarkan hasil penelitian, dapat dirumuskan beberapa implikasi teoritis dan praktis terkait keberhasilan Program YESS dalam membentuk motivasi berwirausaha pemuda tani. Secara teoritis, penelitian ini memperkuat konsep bahwa motivasi berwirausaha tidak terbentuk secara langsung hanya melalui peningkatan pengetahuan, tetapi melalui kapabilitas nyata berupa peningkatan kapasitas dan kemampuan akses modal. Temuan ini mendukung pendekatan capability-based entrepreneurship, di mana akses terhadap sumber daya ekonomi menjadi variabel mediasi utama dalam membentuk motivasi kewirausahaan. Selain itu, penelitian ini menyempurnakan model evaluasi CIPP dengan menunjukkan bahwa hubungan antarvariabel bersifat bertahap dan selektif, sehingga pengaruh tidak langsung lebih dominan dibanding pengaruh langsung. Hasil penelitian juga relevan dengan teori Difusi Inovasi Rogers dan teori kewirausahaan, yang menegaskan bahwa adopsi inovasi serta motivasi berwirausaha lebih dipengaruhi oleh kemampuan implementasi dan peluang nyata dibanding sekadar aspek kognitif. Dalam perspektif Interaksionisme Simbolik, motivasi berwirausaha dipahami sebagai hasil proses pemaknaan yang terbentuk melalui pengalaman nyata dalam mengakses peluang dan sumber daya ekonomi. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya disarankan menambahkan variabel seperti efikasi diri, dukungan sosial, dan akses pasar, serta menggunakan pendekatan mixed methods untuk menggali proses sosial pembentukan motivasi wirausaha pemuda tani secara lebih mendalam.Secara praktis, penelitian ini menegaskan bahwa kemampuan akses modal merupakan determinan utama pembentukan motivasi berwirausaha, sehingga program pemberdayaan seperti YESS perlu memprioritaskan fasilitasi akses pembiayaan melalui kemitraan dengan lembaga keuangan, penyediaan kredit mikro berbasis kelompok, serta pendampingan penyusunan proposal usaha. Proses penyuluhan dan pelatihan juga perlu direorientasikan dari sekadar transfer pengetahuan menjadi pendekatan action-oriented training berbasis praktik nyata, seperti simulasi akses kredit, praktik pengelolaan usaha, dan studi kasus keberhasilan petani muda. Selain itu, kualitas proses program perlu diperkuat melalui metode partisipatif, mentoring intensif, coaching berkelanjutan, serta penguatan ekosistem pendukung berupa akses pasar, jejaring usaha, dan kebijakan lokal yang mendukung kewirausahaan pertanian kaum muda. Dengan demikian, Program YESS tidak hanya berfungsi meningkatkan kapasitas kognitif peserta, tetapi juga menjadi jembatan strategis bagi pemuda tani dalam memperoleh peluang ekonomi nyata dan membangun motivasi berwirausaha yang berkelanjutan. Kata kunci: Program YESS, CIPP, Motivasi Berwirausaha, Evaluasi Program.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.publisherUniversitas Islam Malangen_US
dc.subjectProgram YESSen_US
dc.subjectCIPPen_US
dc.subjectMotivasi Berwirausahaen_US
dc.subjectEvaluasi Programen_US
dc.titleTingkat Keberhasilan Program Yess (Youth Entrepreneurship And Employment Support Services) Dalam Pembentukan Wirausaha Muda Di Bidang Pertanian Di Kabupaten Pasuruanen_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record


PRISMA Knowledge Center
Perpustakaan dan Kearsipan Universitas Islam Malang
Telp: 0341-581613, Fax.: 0341-552249
Jln. MT. Haryono 193, Kota Malang