| dc.description.abstract | Konflik batin merupakan pertentangan pikiran, pergolakan perasaan, atau tekanan emosional yang dialami setiap diri seseorang, dengan penyebabab perbedaan suatu keinginan, keyakinan, dan harapan yang dialami. Dalam penelitian ini, tokoh utama menjadi fokus dalam analisis novel Angin Musim karya Mahbub Djunaidi. Adapun dalam tujuan penelitian ini terbagi menjadi tiga fokus; pertama, mendeskripsikan bentuk konflik batin penderitaan tokoh utama dalam novel Angin Musim karya Mahbub Djunaidi, kedua, bentuk konflik batin perlawanan tokoh utama dalam novel Angin Musim karya Mahbub Djunaidi, ketiga, bentuk konflik batin kepemimpinan tokoh utama dalam novel Angin Musim karya Mahbub Djunaidi.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif. Sumber data langsung dikumpulkan oleh peneliti yang diperoleh sumber dari sistem baca dan catat dari novel Angin Musim karya Mahbub Djunaidi. Penelitian ini menggunakan teori Sigmund Freud yang menyatakan bahwa konflik batin dalam diri individu terbentuk karena adanya 3 aspek yaitu id, ego dan superego. Hasil penelitian terdapat konflik batin tokoh utama dalam novel Angin Musim karya Mahbub Djunaidi yakni ditemukan sebanyak 11 data, id 3 data, Ego 5 data, dan super ego 3 data. Hasil analisis menunjukan bahwa konflik batin tokoh utama dalam novel Angin Musim karya Mahbub Djunaidi lebih dominan terdapat pada aspek ego, menyesuaikan diri dengan realita dan Ego merupakan dorongan yang merealisasikan dari aspek Id.
Dalam penelitian ini menguatkan penelitian sebelumnya tentang bentuk konflik batin yang dialami tokoh utama, faktor penyebabnya, serta cara tokoh tersebut menyelesaikan konflik konflik batin. Penelitian ini memberikan implikasi penting untuk menambah referensi pada analisis novel konflik batin yang dapat digunakan sebagai bahan pembelajaran bahasa Indonesia terkhusus kajian sastra, serta memberikan wawasan lebih mendalam karya sastra, khususnya dalam konflik batin tokoh utama. | en_US |