| dc.description.abstract | Karya sastra merupakan manifestasi kompleks dari realitas sosial yang mencerminkan berbagai dimensi kehidupan manusia, termasuk dimensi politik yang sering kali melahirkan kritik terhadap struktur kekuasaan yang dominan. Sastra tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media untuk menyuarakan perlawanan terhadap ketidakadilan sosial dan politik. Salah satu karya sastra yang mengangkat isu represi politik adalah novel Laut Bercerita karya Leila S. Chudori, yang menggambarkan peristiwa penculikan aktivis pada masa Orde Baru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana represi politik digambarkan dalam novel ini serta implikasinya terhadap pembelajaran sastra di sekolah.
Fokus utama penelitian ini adalah menganalisis bagaimana novel tersebut menggambarkan bentuk-bentuk represi politik dan perlawanan terhadap tirani yang ada, serta menggali implikasinya dalam pembelajaran sastra. Dalam pembelajaran sastra, karya ini berfungsi sebagai alat untuk mengembangkan kesadaran kritis siswa terhadap sejarah politik dan hak asasi manusia, serta untuk memperkenalkan mereka pada nilai-nilai kemanusiaan dan demokrasi.
Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian analisis isi untuk menggali represi politik dalam novel, mengidentifikasi pola-pola kekerasan fisik, serta mengkaji dampak sosial yang ditimbulkan oleh represi negara. Selain itu, penelitian ini juga mengkaji relevansi novel ini dalam pembelajaran sastra di sekolah, dengan menyoroti bagaimana novel dapat membantu membentuk pemahaman kritis terhadap isu-isu sosial dan politik di kalangan siswa.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel ini berhasil menggambarkan berbagai bentuk represi politik, termasuk penangkapan sewenang-wenang, penyiksaan, dan penghilangan paksa. Hasil ini juga mengindikasikan bahwa Laut Bercerita memiliki potensi besar dalam pembelajaran sastra, karena dapat memperkenalkan siswa pada isu-isu penting seperti hak asasi manusia, kebebasan berekspresi, dan perlawanan terhadap tirani. Oleh karena itu, novel ini tidak hanya memperkaya pemahaman tentang sastra Indonesia, tetapi juga berfungsi sebagai instrumen pendidikan yang membentuk karakter siswa melalui pengembangan literasi kritis dan kesadaran sosial-politik.
Kata Kunci: Represi Politik, Novel Laut Bercerita, Pembelajaran Sastra | en_US |