| dc.description.abstract | Kekerasan seksual terhadap perempuan di Kota Malang menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa tahun terakhir yang ditandai dengan bertambahnya laporan yang masuk ke UPT Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPA) serta Unit PPA Polresta Malang Kota. Peningkatan tersebut menimbulkan persoalan tata kelola karena terjadi di tengah keberadaan institusi perlindungan yang secara normatif dibentuk untuk menjamin pencegahan, penanganan, dan pemulihan korban. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika sistem penanganan kekerasan seksual terhadap perempuan di Kota Malang serta mengkaji desain koordinasi antara UPT PPA dan Unit PPA Polresta dalam merespons peningkatan kasus. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus tunggal. Analisis didasarkan pada perspektif kekerasan struktural dan gender, teori sistem terbuka Katz dan Kahn, teori peran, serta standar pelayanan publik. Data diperoleh melalui wawancara dengan aparatur UPT PPA, Unit PPA Polresta, dan korban, serta dokumentasi pendukung. Analisis difokuskan pada dinamika peningkatan kasus, pembagian peran, mekanisme koordinasi, dan hambatan dalam sistem penanganan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kasus tidak hanya mencerminkan bertambahnya pelaporan, tetapi juga berkaitan dengan ketimpangan relasi kuasa dan faktor sosial yang memperkuat kerentanan perempuan. UPT PPA dan Unit PPA Polresta berfungsi sebagai subsistem yang saling bergantung dengan pembagian peran yang relatif jelas, namun koordinasi masih bersifat operasional dan belum sepenuhnya terlembagakan secara formal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penanganan kekerasan seksual di Kota Malang menunjukkan interdependensi kelembagaan yang tinggi, tetapi integrasi sistem masih terbatas sehingga diperlukan penguatan desain koordinasi formal dan kapasitas kelembagaan untuk mewujudkan pelayanan publik yang responsif gender dan terintegrasi.
Kata Kunci: kekerasan seksual, Perempuan, sistem penanganan, koordinasi kelembagaan, pelayanan public, Kota Malang | en_US |