Show simple item record

dc.contributor.authorRozak, Muhammad
dc.date.accessioned2026-07-22T03:03:08Z
dc.date.available2026-07-22T03:03:08Z
dc.date.issued2026-02-05
dc.identifier.urihttps://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13746
dc.description.abstractPeredaran rokok ilegal di Kabupaten Malang masih menjadi permasalahan serius yang merugikan negara dari segi penerimaan cukai dan menciptakan persaingan usaha tidak sehat. Data menunjukkan bahwa Bea Cukai Malang telah melakukan pemusnahan jutaan batang rokok ilegal setiap tahunnya, dengan angka yang masih tinggi hingga tahun 2025. Meskipun telah dilaksanakan program "Gempur Rokok Ilegal" yang bertujuan memutuskan rantai peredaran melalui strategi preventif dan represif, efektivitas pengawasan yang dilakukan perlu dievaluasi secara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pengawasan Bea Cukai dalam mengatasi peredaran rokok ilegal di Kabupaten Malang menggunakan teori efektivitas Gibson dengan tujuh indikator utama yaitu produktivitas, kualitas, efisiensi, fleksibilitas, kepuasan, daya saing, dan pengembangan.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari kelompok pejabat fungsional pemeriksa bea dan cukai, koordinator tim intelijen, kepala seksi penyuluhan dan layanan informasi, serta petugas lapangan. Lokasi penelitian adalah Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Cukai (KPPBC TMC) Malang. Analisis data dilakukan melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik untuk memastikan validitas temuan penelitian.Temuan penelitian menunjukkan bahwa pengawasan Bea Cukai Malang cukup efektif meskipun menghadapi berbagai tantangan. Produktivitas terlihat dari patroli rutin 8-10 kali per bulan dengan sitaan 2,5 juta batang rokok ilegal pada tahun 2024. Kualitas dijaga melalui SOP ketat, pelatihan berkala, dan sistem verifikasi ganda. Efisiensi dicapai dengan pembagian tim berdasarkan wilayah dan maksimalisasi teknologi meskipun terkendala keterbatasan SDM (15 petugas untuk 33 kecamatan). Fleksibilitas tinggi ditunjukkan dengan kemampuan beradaptasi terhadap modus pelaku yang beralih ke platform digital melalui pembentukan tim cyber intelligence. Kepuasan internal cukup baik dengan hubungan tim yang solid, sementara kepuasan masyarakat terlihat dari meningkatnya laporan warga. Daya saing kuat dengan keunggulan pada Program Komunitas Sadar Cukai yang unik. Pengembangan berkelanjutan dilakukan melalui pelatihan minimal dua kali per tahun. Kesimpulannya, meskipun efektivitas pengawasan cukup baik, masih diperlukan penambahan SDM, peningkatan anggaran operasional, dan penguatan koordinasi multi-pihak untuk hasil yang lebih optimal dalam memberantas rokok ilegal di Kabupaten Malang. Kata Kunci: pengawasan, Bea Cukai, rokok Ilegal, Kabupaten Malangen_US
dc.language.isootheren_US
dc.publisherUniversitas Islam Malangen_US
dc.subjectpengawasanen_US
dc.subjectBea Cukaien_US
dc.subjectrokok Ilegalen_US
dc.subjectKabupaten Malangen_US
dc.titleEfektivitas Pengawasan Bea Cukai Dalam Mengatasi Peredaran Rokok Ilegal Di Kabupaten Malangen_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record


PRISMA Knowledge Center
Perpustakaan dan Kearsipan Universitas Islam Malang
Telp: 0341-581613, Fax.: 0341-552249
Jln. MT. Haryono 193, Kota Malang