| dc.description.abstract | Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih adanya kesenjangan literasi digital di masyarakat serta pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan komunitas dalam meningkatkan kapasitas digital. Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Malang dengan Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) sebagai strategi memperluas jangkauan literasi digital berbasis komunitas. Permasalahan penelitian ini berfokus pada bagaimana interaksi antara kedua aktor tersebut dalam mendukung peningkatan literasi digital masyarakat. Interaksi menjadi krusial karena tidak hanya merefleksikan hubungan kelembagaan, tetapi juga menentukan kualitas, efektivitas, dan keberlanjutan penyampaian informasi kepada masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif untuk menganalisis secara mendalam dinamika interaksi antara Diskominfo dan KIM. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap informan yang terlibat langsung dalam program literasi digital. Data yang diperoleh dianalisis secara sistematis untuk mengidentifikasi pola interaksi, bentuk komunikasi, intensitas hubungan, serta dinamika partisipasi dalam pelaksanaan program. Pendekatan ini memungkinkan peneliti memahami fenomena secara holistik serta mengungkap kesenjangan antara konsep teoritis dan praktik empiris di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara Diskominfo dan KIM berlangsung secara dinamis, fleksibel, dan berbasis kebutuhan, namun cenderung bersifat reaktif dan belum sepenuhnya terinstitusionalisasi. Pola komunikasi yang terbentuk bersifat dua arah dan didukung oleh media digital, sehingga meningkatkan responsivitas dan efisiensi koordinasi, meskipun belum sepenuhnya menjamin konsistensi dan kesetaraan dalam pertukaran informasi. Intensitas interaksi yang fluktuatif menunjukkan bahwa hubungan antaraktor masih bergantung pada momentum kegiatan, sementara keberagaman bentuk interaksi seperti koordinasi, komunikasi langsung, dan pendampingan masyarakat memperkuat proses literasi digital secara kontekstual. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa interaksi sosial yang adaptif dan partisipatif menjadi faktor kunci dalam peningkatan literasi digital, namun masih menghadapi tantangan dalam aspek konsistensi, struktur, dan keberlanjutan
.
Kata Kunci: interaksi sosial; literasi digital; Diskominfo; Komunitas Informasi Masyarakat; komunikasi; partisipasi; masyarakat digital | en_US |