Show simple item record

dc.contributor.authorKhufat, Muhammad Devas Syaikhul
dc.date.accessioned2026-07-23T03:56:01Z
dc.date.available2026-07-23T03:56:01Z
dc.date.issued2026-05-20
dc.identifier.urihttps://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13765
dc.description.abstractPenelitian ini dilatarbelakangi oleh masih adanya kesenjangan literasi digital di masyarakat serta pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan komunitas dalam meningkatkan kapasitas digital. Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Malang dengan Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) sebagai strategi memperluas jangkauan literasi digital berbasis komunitas. Permasalahan penelitian ini berfokus pada bagaimana interaksi antara kedua aktor tersebut dalam mendukung peningkatan literasi digital masyarakat. Interaksi menjadi krusial karena tidak hanya merefleksikan hubungan kelembagaan, tetapi juga menentukan kualitas, efektivitas, dan keberlanjutan penyampaian informasi kepada masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif untuk menganalisis secara mendalam dinamika interaksi antara Diskominfo dan KIM. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap informan yang terlibat langsung dalam program literasi digital. Data yang diperoleh dianalisis secara sistematis untuk mengidentifikasi pola interaksi, bentuk komunikasi, intensitas hubungan, serta dinamika partisipasi dalam pelaksanaan program. Pendekatan ini memungkinkan peneliti memahami fenomena secara holistik serta mengungkap kesenjangan antara konsep teoritis dan praktik empiris di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara Diskominfo dan KIM berlangsung secara dinamis, fleksibel, dan berbasis kebutuhan, namun cenderung bersifat reaktif dan belum sepenuhnya terinstitusionalisasi. Pola komunikasi yang terbentuk bersifat dua arah dan didukung oleh media digital, sehingga meningkatkan responsivitas dan efisiensi koordinasi, meskipun belum sepenuhnya menjamin konsistensi dan kesetaraan dalam pertukaran informasi. Intensitas interaksi yang fluktuatif menunjukkan bahwa hubungan antaraktor masih bergantung pada momentum kegiatan, sementara keberagaman bentuk interaksi seperti koordinasi, komunikasi langsung, dan pendampingan masyarakat memperkuat proses literasi digital secara kontekstual. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa interaksi sosial yang adaptif dan partisipatif menjadi faktor kunci dalam peningkatan literasi digital, namun masih menghadapi tantangan dalam aspek konsistensi, struktur, dan keberlanjutan . Kata Kunci: interaksi sosial; literasi digital; Diskominfo; Komunitas Informasi Masyarakat; komunikasi; partisipasi; masyarakat digitalen_US
dc.language.isootheren_US
dc.publisherUniversitas Islam Malangen_US
dc.subjectinteraksi sosialen_US
dc.subjectliterasi digitalen_US
dc.subjectDiskominfoen_US
dc.subjectKomunitas Informasi Masyarakaten_US
dc.subjectkomunikasien_US
dc.titleInteraksi Sosial Dalam Tata Kelola Kolaboratif Dinas Komunikasi Dan Informatika Dengan Komunitas Informasi Masyarakat (Studi Dalam Upaya Peningkatan Literasi Digital di Kota Malang)en_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record


PRISMA Knowledge Center
Perpustakaan dan Kearsipan Universitas Islam Malang
Telp: 0341-581613, Fax.: 0341-552249
Jln. MT. Haryono 193, Kota Malang