| dc.description.abstract | Perselingkuhan merupakan fenomena sosial yang menimbulkan luka psikologis mendalam, khususnya bagi perempuan sebagai pihak yang dikhianati. Fenomena ini tidak hanya hadir dalam realitas kehidupan, tetapi juga direpresentasikan dalam film sebagai teks sastra modern yang merekam konflik batin dan dinamika pemulihan diri. Film Balas Dendam Istri yang Tak Dianggap dipilih sebagai objek penelitian karena menampilkan representasi perempuan korban perselingkuhan yang mengalami proses resiliensi secara bertahap. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk perselingkuhan dalam film serta menganalisis proses resiliensi tokoh utama berdasarkan teori Reivich dan Shatte.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis psikologi sastra. Data berupa adegan, dialog, dan ekspresi visual yang merepresentasikan perselingkuhan dan dinamika kejiwaan tokoh. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui simak dan catat, sedangkan analisis dilakukan secara deskriptif-analitis melalui reduksi, penyajian, dan penarikan simpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa film ini merepresentasikan perselingkuhan dalam bentuk perselingkuhan emosional dan perselingkuhan gabungan (emosional dan seksual). Pengkhianatan tersebut menjadi pemicu konflik batin dan trauma psikologis tokoh perempuan. Proses resiliensi tokoh ditampilkan melalui tujuh aspek, yaitu regulasi emosi, kontrol impuls, optimisme, analisis kausal, empati, efikasi diri, dan reaching out. Tokoh utama digambarkan mampu mengelola emosi negatif, membangun kembali kepercayaan diri, serta membuka peluang hidup baru sebagai bentuk rekonstruksi identitas.
Dalam perspektif Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, film ini relevan sebagai teks multimodal untuk pembelajaran analisis film berbasis psikologi sastra. Representasi trauma dan resiliensi dalam film dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan literasi emosional, empati, serta kemampuan interpretatif peserta didik secara kontekstual dan humanistik. | en_US |