Show simple item record

dc.contributor.authorMahfud, Safira Ramadani
dc.date.accessioned2026-07-25T03:58:40Z
dc.date.available2026-07-25T03:58:40Z
dc.date.issued2026-01-28
dc.identifier.urihttps://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13812
dc.description.abstractIsu lingkungan saat ini menjadi tantangan global yang pengaruhnya tidak hanya pada suatu ekosistem, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup manusia. Dalam kontek pendidikan, sangat penting membangun kesadaran lingkungan sejak dini dengan memanfaatkan media yang dekat dengan murid, salah satunya adalah sastra. Buku nonfiksi naratif menawarkan alternatif yang menarik karena dapat menyampaikan informasi ekologis dengan jelas dan mudah dimengerti. Sayangnya, penelitian mengenai sastra ekologi selama ini lebih banyak berfokus pada karya fiksi, sementara nonfiksi naratif kurang mendapatkan perhatian. Maka dari itu, penelitian ini akan mengeksplorasi dua karya nonfiksi naratif jenjang D, yakni Jagapati Bumi dan Kesatria Penjaga di laman Sistem Informasi Perbukuan Indonesia (SIBI), sebagai contoh bahan bacaan edukatif bertema lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan model implementasi ekokritik Garrard untuk menemukan hubungan penggambaran nilai-nilai ekologi dalam kedua karya tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis sastra berperspektif ekokritik Garrard. Dari enam konsep ekokritik Garrard, penelitian ini berfokus pada empat konsep utama, yakni pencemaran, binatang, tempat tinggal, dan bumi yang paling banyak muncul dalam teks. Data dikumpulkan melalui analisis mendalam, dokumentasi, pengkodean, pengelompokan data, kemudian dianalisis secara interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua karya tersebut secara konsiten menunjukkan kritik terhadap kerusakan lingkungan akibat prilaku manusia, menggambarkan binatang sebagai makhluk ekologi yang rentan, dan menyoroti pemaknaan bumi sebagai tempat tinggal bersama yang membutuhkan tanggung jawab moral. Temuan dalam penelitian juga menunjukkan bahwa sastra nonfiksi juga dapat dijadikan sarana yang efektif untuk meningkatkan kesadaran lingkunhan, terutama bagi pembaca jenjang D. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan penggunaan buku nonfiksi naratif sebagai bahan ajar pendukung dalam pembelajaran sastra berwawasan lingkungan di Sekolah Menengan Pertama (SMP), terutama untuk materi cerita pendek. Tetapi, penelitian ini masih memiliki keterbatasan karena penelitian tidak sampai pada tahap pengujian implementasi di sekolah, sehingga efektivitas penerapannya belum diuji secara empiris. Kata Kunci: Sastra, Ekokritik, Nonfiksi, SIBIen_US
dc.language.isootheren_US
dc.publisherUniversitas Islam Malangen_US
dc.subjectSastraen_US
dc.subjectEkokritiken_US
dc.subjectNonfiksien_US
dc.subjectSIBIen_US
dc.titleModel Implementasi Ekokritik Greg Garrard dalam Nonfiksi Jagapati Bumi dan Kesatria Penjaga di Laman Sistem Informasi Perbukuan Indonesia (SIBI)en_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record


PRISMA Knowledge Center
Perpustakaan dan Kearsipan Universitas Islam Malang
Telp: 0341-581613, Fax.: 0341-552249
Jln. MT. Haryono 193, Kota Malang