| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemberdayaan aparatur sipil negara (ASN) berbasis reinventing government dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Malang. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan fokus pada implementasi lima strategi utama menurut Osborne dan Plastrik (1997): strategi inti, strategi konsekuensi, strategi pelanggan, strategi kontrol, dan strategi budaya. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, serta studi dokumentasi terhadap berbagai kebijakan dan praktik manajerial di BKPSDM Kota Malang.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa BKPSDM Kota Malang telah menerapkan prinsip-prinsip reinventing government dalam pemberdayaan ASN melalui digitalisasi layanan kepegawaian, penegakan sistem merit, dan pembentukan budaya kerja kolaboratif. Strategi inti dan strategi pelanggan terbukti paling berkontribusi dalam memperkuat kompetensi teknis ASN dan meningkatkan efisiensi pelayanan publik. Namun demikian, masih ditemukan tantangan seperti resistensi budaya birokrasi lama, keterbatasan sumber daya, serta belum optimalnya sistem insentif dan evaluasi berbasis kinerja yang komprehensif.
Faktor pendukung utama meliputi kepemimpinan visioner, dukungan regulasi reformasi birokrasi, serta komitmen organisasi terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik. Sementara itu, faktor penghambatnya mencakup lemahnya koordinasi lintas bidang, rendahnya partisipasi ASN dalam pelatihan pengembangan kompetensi, dan keterbatasan anggaran. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan kapasitas ASN melalui penerapan strategi reinventing government secara berkelanjutan untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang adaptif, akuntabel, dan berorientasi hasil.
Kata Kunci: Pemberdayaan ASN, Reinventing Government, Reformasi Birokrasi | en_US |