| dc.description.abstract | Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat baca dan pemahaman siswa terhadap cerita rakyat Nusantara, khususnya pada jenjang Madrasah Tsanawiyah. Data hasil observasi awal di MTs Al Amiriyyah menunjukkan rendahnya minat baca siswa dipengaruhi oleh kurangnya fasilitas yang memadai terhadap bahan bacaan seperti novel dan buku bacaan lainnya terlebih cerita rakyat, sementara potensi siswa yang berasal dari seluruh daerah di Indonesia belum dimanfaatkan secara optimal dalam pengembangan bahan ajar digital yang kontekstual. Keterbatasan akses terhadap perangkat digital dan bahan ajar yang menarik serta kontekstual, seperti yang teridentifikasi di MTs Al Amiriyyah Banyuwangi, menjadi tantangan tersendiri. Oleh karena itu, pengembangan bahan ajar digital yang memanfaatkan cerita rakyat sebagai media untuk menanamkan nilai-nilai kearifan budaya Nusantara untuk memfasilitasi minat baca sekaligus memperdalam pemahaman siswa terhadap cerita rakyat Nusantara. Tujuan dari penelitian pengembangan ini adalah: (1) Mendapatkan deskripsi tentang kebutuhan bahan ajar digital cerita rakyat berbasis Kearifan budaya Nusantara untuk meningkatkan pemahaman dan minat baca pada siswa kelas VII MTs Al Amiriyyah Banyuwangi. (2) Mendapatkan hasil pengembangan bahan ajar digital cerita rakyat berbasis Kearifan budaya Nusantara untuk meningkatkan pemahaman dan minat baca pada siswa kelas VII MTs Al Amiriyyah Banyuwangi. (3) Mendapatkan deskripsi hasil kelayakan bahan ajar digital cerita rakyat berbasis Kearifan budaya Nusantara yang dikembangkan dalam meningkatkan pemahaman dan minat baca siswa kelas VII MTs Al Amiriyyah Banyuwangi.
Penelitian ini menggunakan metode Design Based Research (DBR) model McKenney & Reeves, yang terdiri dari tiga fase iteratif: (1) Analisis dan Eksplorasi Awal melalui observasi dan angket kebutuhan; (2) Desain dan Konstruksi Prototipe menggunakan platform Canva; dan (3) Evaluasi dan Refleksi melalui validasi ahli serta uji coba terbatas. Pengumpulan data dilakukan dengan instrumen angket, lembar validasi, dan observasi. Data dianalisis secara kuantitatif dengan statistik deskriptif dan kualitatif dengan model interaktif Miles & Huberman.
Hasil analisis kebutuhan menunjukkan bahwa siswa memiliki minat terhadap bahan ajar cerita rakyat dan pembelajaran digital, meski menghadapi keterbatasan akses perangkat. Guru juga menunjukan kurangnya bahan ajar menarik dan siap pakai yang mengintegrasikan kearifan budaya Nusantara di sekolah. Berdasarkan temuan tersebut, bahan ajar digital interaktif berjudul “Bahan Ajar Digital Cerita Rakyat Berbasis Kearifan Budaya Nusantara” menggunakan aplikasi Canva, yang memuat cerita rakyat “Malin Kundang”, “Timun Mas”, “Damar Wulan” dan “Asal Usul Banyuwangi” yang mengandung khasanah kearifan budaya dari daerahnya masing-masing. Hasil uji kelayakan menunjukkan produk sangat valid dengan skor rata-rata 91,1%, terdiri dari validasi ahli materi (85,0%), ahli media (94,3%), guru/praktisi (84,8%), dan siswa/pengguna (92,8%). Uji coba terbatas juga mengungkap respons positif siswa terhadap daya tarik visual, kemudahan penggunaan, serta peningkatan minat baca mereka. Berdasarkan seluruh proses dan temuan penelitian, dapat disimpulkan bahwa bahan ajar digital cerita rakyat berbasis kearifan budaya Nusantara yang dikembangkan telah memenuhi kriteria kelayakan, serta dinilai relevan, praktis, dan efektif untuk konteks pembelajaran di MTs Al Amiriyyah. Produk ini berhasil menjembatani kesenjangan antara pelestarian budaya dan pembelajaran modern, sekaligus berpotensi menjadi solusi inovatif dalam memfasilitasi minat baca dan pemahaman mengenai cerita rakyat Nusantara. Penelitian ini berkontribusi pada khazanah pengembangan bahan ajar digital berbasis kearifan budaya dan menawarkan model yang dapat diadaptasi untuk jenjang atau mata pelajaran lain.
Kata Kunci: Pengembangan bahan ajar digital, teks cerita rakyat, kearifan budaya Nusantara, minat baca, Canva. | en_US |