| dc.description.abstract | Seiring dengan meningkatnya krisis lingkungan global, perhatian terhadap
peran perempuan berbasis pengetahuan ekologi adat sangat diperlukan. Studi ini bertujuan mengeksplorasi konstruksi nilai ekologi yang direpresentasikan oleh tubuh perempuan Using serta nilai etnografi yang memuat implikasi-implikasi pedagogi, melalui perspektif ekofeminisme dan etnopedagogi. Dengan menggunakan metode kualitatif, penelitian ini menganalisis teks lisan berupa
31 gending Seblang Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur. Dengan desain penelitian eksploratif-interpretatif peneliti melakukan pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan pelaku ritual dan tokoh adat. Temuan penelitian menunjukkan bahwa gending Seblang berfungsi sebagai teks kultural yang kompleks, yang merepresentasikan nilai-nilai ekofeminisme melalui: (1) keterhubungan simbolis perempuan dengan alam (direpresentasikan melalui metafora bunga, air, tanah, dan bulan); (2) posisi perempuan sebagai penjaga kehidupan dan pengetahuan ekologis-spiritual; (3) peran perempuan sebagai medium spiritual dan simbol perlawanan terhadap penjajahan serta eksploitasi alam; dan (4) integrasi siklus alam dalam identitas dan ritus perempuan. Di sisi lain, nilai etnopedagogi terlihat dalam transmisi pengetahuan lokal yang meliputi pendidikan moral-kepahlawanan, kelestarian lingkungan, spiritual-leluhur, dan sejarah kolektif secara turun-temurun melalui performansi lisan. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merumuskan model internalisasi nilai ekofeminisme gending Seblang ke dalam pendidikan karakter melalui tiga tahapan sistematis: transformasi nilai (pemahaman kognitif melalui dekonstruksi simbol), transaksi nilai (pengalaman afektif melalui empati dan ekspresi seni), dan transinternalisasi nilai (aksi nyata berbasis kearifan lokal). Model ini menawarkan kerangka pedagogis kontekstual yang mengintegrasikan kearifan lokal sebagai sumber belajar untuk membangun kesadaran ekologis, kesetaraan gender, dan ketahanan budaya pada generasi muda. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis pada bidang ekokritik sastra, ekofeminisme, dan antropologi sastra dengan menawarkan perspektif baru tentang agensi perempuan dalam tradisi lisan. Secara praktis, temuan dapat dimanfaatkan sebagai acuan pengembangan bahan ajar berbasis kearifan lokal, model pendidikan karakter berwawasan gender dan lingkungan, serta dasar kebijakan kurikulum muatan lokal yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Kata Kunci: Tradisi Lisan, Perempuan Using, Ekofeminisme, Etnopedagogi | en_US |