| dc.description.abstract | Peran guru Sejarah Kebudayaan islam dalam mengantisipasi kesulitan belajar menjadi tantangan tersediri dikarenakan topik pembahasan pada pembelajaran SKI yang cukup monoton membuat sebagian siswa merasa bosan dan tidak memperhatikan dengan sungguh-sungguh saat guru menyampaikan materi sehingga siswa mengalami kesulitan dalam pembelajaran. Kesulitan belajar di sebabkan oleh beberapa faktor, baik faktor intern misalnya kemampuan siswa, minat belajar siswa, khususnya pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Maupun faktor ekstern misalnya lingkungan sekolah, lingkungan keluarga, dan lain-lain. Pada observasi yang dilakukan di MA Almaarif Singosari siswa memiliki minat belajar yang kecil dikarenakan guru menggunakan metode ceramah yang membuat siswa cenderung bosan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan hasil dari peran guru Sejarah Kebudayaan Islam dalam pembelajaran untuk mengantisipasi kesulitan belajar siswa kelas X di MA Almaarif Singosari Kabupaten Malang.
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan jenis penelitian studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi, untuk memperoleh informasi secara rinci dan lengkap dan pendukung dari berbagai macam literatur seperti buku referensi, artikel, dan jurnal yang relevan dengan penelitian. Teknik anaisis data dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu kondensasi data, penyajian data, reduksi data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian yang di dapat menunjukkan bahwa seorang guru harus memiliki skill pendekatan dan menerapkan metode yang tepat agar pembelajaran tidak membosankan dan lebih efektif dan efisien, pendekatan bertujuan untuk menarik minat dan rasa keingintahuan siswa terhadap materi yang akan dibahas. Dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran agar dapat mencapai tujuan pembelajaran guru perlu menerapkan strategi dalam pembelajaran sebagai langkah utama, strategi yang diterapkan oleh guru yaitu strategi ekspositori dikarenakan guru menugaskan siswa membentuk kelompok dan mempresentasikan materi sesuai bagiannya, guru memberi umpan balik (feedback). Evaluasi yang dilakukan oleh guru yaitu assesmen formatif secara lisan, guru juga harus memberikan motivasi belajar agar dapat meningkatkan antusiasme dan minat belajar siswa | en_US |