| dc.description.abstract | Rendahnya keterampilan membaca peserta didik menjadi salah satu tantangan utama dalam proses pembelajaran, khususnya di SMP Annur Bululawang. Perbedaan gaya belajar, minat, dan kemampuan kognitif siswa mengharuskan guru untuk menerapkan pendekatan pembelajaran yang mampu mengakomodasi keragaman tersebut. Pembelajaran berdiferensiasi muncul sebagai solusi yang menekankan pentingnya memenuhi kebutuhan belajar individual siswa melalui strategi yang sesuai dengan kesiapan, minat, dan profil belajar mereka.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan model pembelajaran diferensiasi berbasis media visual dalam meningkatkan keterampilan membaca serta mengidentifikasi hambatan yang dihadapi guru dalam penerapannya pada peserta didik SMP An-Nur Bululawang. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran diferensiasi berbasis media visual dapat meningkatkan keterampilan membaca siswa secara signifikan. Rata-rata nilai tes sebelum penerapan model ini adalah 81, sementara setelah menggunakan model tersebut, rata-rata nilai siswa meningkat menjadi 96, dengan peningkatan sebesar 0,19%. Media visual terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa, yang terlihat dari peningkatan hasil rata-rata antara siklus I dan siklus II. Namun, dalam pelaksanaannya, guru menghadapi beberapa hambatan, seperti keterbatasan waktu dalam menyiapkan media visual yang sesuai dan kesulitan dalam mengelola kelas yang memiliki beragam kebutuhan belajar. Meskipun demikian, penggunaan model pembelajaran diferensiasi berbasis media visual memberikan dampak positif terhadap peningkatan keterampilan membaca peserta didik. | en_US |