| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode induktif pada pembelajaran nahwu bagi siswa kelas 8 di SMP Nurul Huda Mergosono, Malang. Latar belakang penelitian ini berangkat dari adanya kecenderungan pembelajaran Nahwu yang masih bersifat satu arah dan berpusat pada guru, sehingga kurang memberikan ruang bagi siswa untuk membangun pemahaman secara mandiri dan kontekstual. Dalam situasi tersebut, metode induktif dipandang sebagai pendekatan yang mampu mendorong keterlibatan aktif siswa serta menumbuhkan pemahaman kaidah secara bertahap melalui pengamatan dan penalaran.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi pembelajaran, wawancara dengan guru mata pelajaran dan beberapa siswa, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan merujuk pada model Miles & Huberman.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode induktif dilakukan melalui tiga tahapan utama: penyajian contoh-contoh kalimat terlebih dahulu, pengamatan serta diskusi siswa untuk menemukan pola kaidah, lalu perumusan kesimpulan kaidah oleh siswa dengan arahan guru. Metode ini mendorong keterlibatan aktif siswa dalam pembelajaran. Meskipun ditemukan beberapa kendala seperti keterbatasan waktu pembelajaran dan beragamnya kemampuan berpikir abstrak siswa, secara umum metode ini memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan memudahkan siswa dalam memahami materi Nahwu. | en_US |