| dc.description.abstract | Pelayanan laboratorium di Puskesmas Dinoyo sebelum adanya inovasi masih menghadapi berbagai permasalahan, seperti lamanya waktu tunggu pasien, sistem antrean yang belum tertata dengan baik, serta keterbatasan informasi pelayanan yang diterima pasien. Kondisi tersebut berdampak pada kenyamanan dan kepuasan masyarakat dalam menerima layanan kesehatan.
Sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan, Puskesmas Dinoyo menerapkan inovasi berupa digitalisasi robot asisten laboratorium bernama Bytorium. Inovasi ini difokuskan pada pengelolaan antrean dan penyampaian informasi pelayanan secara digital agar pelayanan menjadi lebih tertib, transparan, dan efisien.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi dan pengalaman pasien terhadap inovasi Bytorium dalam pelayanan laboratorium. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara pasien, dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan Teori Difusi Inovasi dari Everett M. Rogers yang menitikberatkan pada lima karakteristik inovasi: relative advantage, compatibility, complexity, trialability, dan observability.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Bytorium memberikan dampak positif terhadap pelayanan laboratorium, terutama dalam mempercepat alur pelayanan, menertibkan sistem antrean, meningkatkan kejelasan informasi, serta memberikan kenyamanan bagi pasien. Dengan demikian, inovasi digital melalui robot asisten laboratorium Bytorium berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Puskesmas Dinoyo.
KATA KUNCI: Inovasi Pelayanan Kesehatan, Digitalisasi, Robot Asisten Laboratorium, Persepsi Pasien | en_US |