Show simple item record

dc.contributor.authorRahmadina, Nadhifa Tri
dc.date.accessioned2026-08-05T03:07:05Z
dc.date.available2026-08-05T03:07:05Z
dc.date.issued2026-01-29
dc.identifier.urihttps://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/14006
dc.description.abstractPengelolaan wisata desa membutuhkan keterlibatan berbagai aktor agar dapat berjalan secara berkelanjutan. Kebun Wak Inggi di Desa Parerejo merupakan salah satu bentuk pemanfaatan potensi desa yang dikembangkan melalui kerja sama antara pemerintah desa, pengelola, dan masyarakat. Namun, dalam praktiknya, proses kolaborasi tersebut belum sepenuhnya mencerminkan prinsip collaborative governance yang menekankan kesetaraan peran, dialog deliberatif, serta partisipasi aktif seluruh pemangku kepentingan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses kolaborasi Pemerintah Desa Parerejo dalam mendorong collaborative governance pada pengelolaan Kebun Wak Inggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari Kepala Desa Parerejo, pengelola Kebun Wak Inggi, serta masyarakat yang terlibat maupun merasakan dampak dari pengelolaan wisata desa. Analisis data dilakukan dengan tahapan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Kerangka analisis dalam penelitian ini menggunakan teori Collaborative Governance oleh Ansell dan Gash (2007), yang meliputi dialog tatap muka, pembangunan kepercayaan, komitmen terhadap proses, pemahaman bersama, serta dampak sementara (intermediate outcomes). Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses kolaborasi dalam pengelolaan Kebun Wak Inggi telah berjalan dan melibatkan berbagai aktor, namun masih didominasi oleh peran pemerintah desa sebagai pengambil keputusan utama. Dialog antar aktor telah dilakukan, tetapi belum bersifat deliberatif dan terstruktur. Kepercayaan dan komitmen antar pihak telah terbentuk, namun masih bersifat informal dan belum dilembagakan. Dampak sementara dari kolaborasi terlihat pada perubahan pola kerja yang lebih terarah serta terciptanya hubungan kerja yang harmonis, meskipun dampak ekonomi belum signifikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tujuan penelitian telah tercapai dan proses kolaborasi menunjukkan arah yang positif, tetapi masih memerlukan penguatan agar collaborative governance dapat berjalan secara lebih optimal dan berkelanjutan. Kata Kunci: Collaborative Governance; Pemerintah Desa; Kolaborasi; Wisata Desa; Kebun Wak Inggi; Ansell dan Gashen_US
dc.language.isootheren_US
dc.publisherUniversitas Islam Malangen_US
dc.subjectCollaborative Governanceen_US
dc.subjectPemerintah Desaen_US
dc.subjectKolaborasien_US
dc.subjectWisata Desaen_US
dc.subjectKebun Wak Inggien_US
dc.subjectAnsell dan Gashen_US
dc.titleProses Kolaborasi Pemerintah Desa dalam Mendorong Collaborative Governance (Studi pada Kebun Wak Inggi Desa Parerejo Kecamatan Purwodadi Kabupaten Pasuruan Provinsi Jawa Timur)en_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record


PRISMA Knowledge Center
Perpustakaan dan Kearsipan Universitas Islam Malang
Telp: 0341-581613, Fax.: 0341-552249
Jln. MT. Haryono 193, Kota Malang