| dc.description.abstract | Petani rumput laut di Desa Blangmerang, Pulau Lapang, Kecamatan Pantar Barat, Kabupaten Alor, menghadapi berbagai kendala dalam kegiatan budi daya, meliputi keterbatasan air bersih, serangan hama, kelangkaan bibit, kontaminasi bahan peledak di perairan, konflik lokasi penanaman dan tempat penjemuran, fluktuasi harga, serta keterbatasan sarana dan infrastruktur. Penelitian ini bertujuan menganalisis problematika yang dihadapi petani rumput laut serta mengkaji peran Pemerintah Desa Blangmerang sebagai fasilitator dalam mendukung kegiatan budi daya rumput laut. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis problematika yang dihadapi petani rumput laut serta mengkaji peran Pemerintah Desa Blangmerang sebagai fasilitator dalam mengatasi berbagai permasalahan tersebut.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mengkaji fenomena sosial melalui pengumpulan dan pengolahan data deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani rumput laut menghadapi berbagai masalah, yaitu keterbatasan air bersih, serangan hama, kelangkaan bibit, kontaminasi bahan peledak, konflik lokasi tanam dan tempat penjemuran, fluktuasi harga, serta keterbatasan sarana infrastruktur. Dalam menjalankan perannya sebagai fasilitator,
berdasarkan Dokumen Desa Blangmerang Tahun 2025, Pemerintah Desa Blangmerang telah memberikan bantuan sarana produksi berupa terpal, tali induk, dan jaring. Meskipun demikian, peran tersebut belum sepenuhnya mampu menjawab kebutuhan petani, terutama dalam penyediaan air bersih, pengendalian hama, penyediaan sarana dan infrastruktur pendukung, serta upaya menjaga stabilitas harga rumput laut.
Dengan demikian, peran Pemerintah Desa Blangmerang sebagai fasilitator masih perlu ditingkatkan melalui kebijakan yang lebih terarah, berkelanjutan, dan partisipatif agar pemberdayaan petani rumput laut dapat berjalan secara efektif. Upaya yang dapat dilakukan meliputi pembangunan sumur bor atau penampungan air hujan, pelatihan pengendalian hama yang ramah lingkungan, penyediaan fasilitas penjemuran yang memadai, serta fasilitasi kerja sama dengan koperasi atau pedagang lokal untuk mendukung stabilitas harga rumput laut.
KATA KUNCI: Problematika, Petani Rumput Laut, Pemerintah Desa, Fasilitator, Pemberdayaan Masyarakat, Infrastruktur, Harga Rumput Laut | en_US |