Show simple item record

dc.contributor.authorPramesti, Niken Aramita
dc.date.accessioned2026-08-20T04:17:55Z
dc.date.available2026-08-20T04:17:55Z
dc.date.issued2026-07-13
dc.identifier.urihttps://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/14120
dc.description.abstractPendahuluan: Obesitas pada ikan zebra (Danio rerio) dapat diinduksi melalui pemberian diet tinggi lemak. Kondisi tersebut berisiko menyebabkan gangguan fungsi ginjal, termasuk berkembangnya penyakit ginjal kronis (PGK) sebagai akibat kerusakan nefron. Berdasarkan hal tersebut, Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji respons jaringan ginjal ikan zebra betina (Danio rerio) terhadap induksi beberapa variasi diet melalui evaluasi perubahan struktur glomerulus dan gambaran kerusakan tubulus secara histopatologis. Metode: Penelitian ini menerapkan rancangan eksperimental menggunakan ikan zebra (Danio rerio) betina sebagai hewan uji. Sebanyak 24 ekor ikan dibagi secara acak ke dalam empat kelompok perlakuan, masing-masing terdiri atas enam ekor. Kelompok perlakuan meliputi kelompok kontrol yang hanya diberi pelet (P), kelompok pelet yang dikombinasikan dengan kuning telur (PKT), kelompok pelet yang ditambahkan kolesterol (PK), serta kelompok yang diberi artemia (A). Pemberian pakan dilakukan selama 28 hari dengan dosis harian sebesar 3,5% dari BB pada kelompok P, 5% pada kelompok PKT dan PK, serta 6–7% pada kelompok A. Pakan diberikan tiga kali setiap hari. Evaluasi histopatologi mencakup pengukuran diameter glomerulus, lebar kapsula Bowman, serta penilaian vakuolisasi tubulus. Data kuantitatif hasil pengukuran dari glomerulus dan kapsula Bowman dilakukan uji One-Way ANOVA, sedangkan jumlah vakuolisasi tubulus sebagai data semikuantitatif diuji statistik dengan uji nonparametrik Kruskal–Wallis. Hasil & Pembahasan: Peningkatan diameter glomerulus pada kelompok PKT (33.85 ± 1.85 µm) berbeda secara signifikan dibandingkan dengan kelompok kontrol (26.48 ± 2.66 µm). Begitu pula lebar kapsula Bowman mengalami peningkatan pada kelompok PKT (10.86 ± 1.87 µm) berbeda secara signifikan dibandingkan dengan kelompok pelet (P) (4.66 ± 0.79 µm). Jumlah vakuolisasi tubulus pada kelompok PKT berada pada skor 2 dan 3 berbeda secara signifikan dibandingkan dengan kelompok lainnya dengan skor 2 (p<0.05). Di antara seluruh kelompok perlakuan, kelompok PKT memperlihatkan tingkat kerusakan ginjal yang paling tinggi. Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi diet pelet yang dikombinasikan dengan kuning telur selama periode 28 hari mampu menyebabkan perubahan struktur glomerulus dan vakuolisasi tubulus secara signifikan pada ikan zebra betina. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa formulasi diet PKT dapat dipertimbangkan sebagai pendekatan untuk menginduksi obesitas sekaligus komplikasi ginjal pada model ikan zebra betina (Danio rerio). Kata Kunci: Danio rerio betina, variasi diet, histopatologi ginjalen_US
dc.language.isootheren_US
dc.publisherUniversitas Islam Malangen_US
dc.subjectDanio rerio betinaen_US
dc.subjectvariasi dieten_US
dc.subjecthistopatologi ginjalen_US
dc.titlePengaruh Variasi Diet Terhadap Perubahan Struktur Glomerulus Dan Kerusakan Tubulus Ginjal Ikan Zebra Betina (Danio rerio)en_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record


PRISMA Knowledge Center
Perpustakaan dan Kearsipan Universitas Islam Malang
Telp: 0341-581613, Fax.: 0341-552249
Jln. MT. Haryono 193, Kota Malang