Show simple item record

dc.contributor.authorRahmansyah, Akbar Rizky
dc.date.accessioned2026-09-16T02:18:15Z
dc.date.available2026-09-16T02:18:15Z
dc.date.issued2026-07-03
dc.identifier.urihttps://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/14204
dc.description.abstractAkbar Rizky Rahmansyah. Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Malang. Perbedaan Profil Fitokimia Ekstrak Daun Dlingu (Acorus calamus) Menggunakan Pelarut yang Berbeda terhadap Penghambatan Pertumbuhan Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Pembimbing I: Yoyon Arif Martino, S.Si., M.Kes. Pembimbing II: Denis Mery Mirza, S.Farm, M.Farm. Latar Belakang: Infeksi yang disebabkan oleh Staphylococcus aureus dan Escherichia coli masih menjadi masalah kesehatan akibat meningkatnya resistensi antibiotik. Daun dlingu (Acorus calamus) mengandung senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai antibakteri. Perbedaan kepolaran pelarut pada metode Ultrasonic-Assisted Extraction (UAE) diduga memengaruhi profil fitokimia dan aktivitas antibakteri ekstrak. Metode: Penelitian eksperimental laboratorium ini menggunakan metode UAE dengan tiga pelarut, yaitu metanol (polar), etil asetat (semi-polar), dan dietil eter (non-polar). Kadar fenolik total dianalisis menggunakan spektrofotometri UV-Vis, sedangkan aktivitas antibakteri diuji dengan metode difusi cakram terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Analisis data dilakukan menggunakan uji Shapiro-Wilk, Kruskal-Wallis, dan Mann-Whitney (p<0,05). Hasil: Ekstrak metanol menghasilkan kadar fenolik total tertinggi (38,867 ± 1,000 mg/g), diikuti etil asetat (13,122 ± 0,342 mg/g) dan dietil eter (5,956 ± 1,236 mg/g). Aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus berbeda bermakna (p<0,001), dengan zona hambat terbesar pada ekstrak metanol (10,806 ± 1,429 mm), diikuti dietil eter (8,533 ± 0,434 mm) dan etil asetat (6,100 ± 3,493 mm). Seluruh ekstrak tidak menunjukkan aktivitas penghambatan terhadap Escherichia coli. Kesimpulan: Jenis pelarut pada metode UAE memengaruhi profil fitokimia dan aktivitas antibakteri ekstrak daun Acorus calamus. Metanol merupakan pelarut paling efektif menghasilkan kadar fenolik dan aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus, sedangkan seluruh ekstrak belum mampu menghambat pertumbuhan Escherichia coli. Kata kunci: Acorus calamus; Ultrasonic-Assisted Extraction (UAE); pelarut; fenolik total; Staphylococcus aureus; Escherichia coli.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.publisherUniversitas Islam Malangen_US
dc.subjectAcorus calamusen_US
dc.subjectUltrasonic-Assisted Extraction (UAE)en_US
dc.subjectpelaruten_US
dc.subjectfenolik totalen_US
dc.subjectStaphylococcus aureusen_US
dc.subjectEscherichia colien_US
dc.titlePerbedaan Profil Fitokimia Ekstrak Daun Dlingu (Acorus Calamus) Menggunakan Pelarut yang Berbeda Terhadap Penghambatan Pertumbuhan Staphylococcus Aureus dan Escherichia Colien_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record


PRISMA Knowledge Center
Perpustakaan dan Kearsipan Universitas Islam Malang
Telp: 0341-581613, Fax.: 0341-552249
Jln. MT. Haryono 193, Kota Malang