| dc.description.abstract | High Fat Diet (HFD) dapat meningkatkan stres oksidatif yang menyebabkan kerusakan hepatosit, sehingga mengganggu fungsi hepar dalam mensintesis protein plasma. Kombinasi ekstrak benalu teh (Scurrula atropurpurea (Bl.) Dans.) dan benalu mangga (Dendrophthoe pentandra (L.) Miq.) mengandung senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai antioksidan dan hepatoprotektor. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kombinasi ekstrak BTBM terhadap kadar protein total serum serta menentukan dosis optimal pada tikus model HFD. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorik dengan rancangan Post Test Only Control Group Design menggunakan 25 ekor tikus putih jantan galur Wistar yang dibagi menjadi lima kelompok, yaitu kontrol normal, kontrol HFD, dan tiga kelompok perlakuan yang diberikan kombinasi ekstrak dosis 50, 100, dan 200 mg/kgBB. Induksi HFD dilakukan selama 37 hari, kemudian kadar protein total serum diukur menggunakan metode Biuret. Data dianalisis menggunakan uji One Way ANOVA dengan memperoleh nilai P< 0,05 dan dilanjutkan uji Tukey. Berdasarkan hasil uji statistik, dosis 100 mg/kgBB dengan rerata kadar protein total serum sebesar 6,72 ± 0,16 g/dL berbeda nyata dengan kelompok HFD dan tidak berbeda nyata dengan dosis yang lebih tinggi, sehingga ditetapkan sebagai dosis optimal. Disimpulkan bahwa kombinasi ekstrak benalu teh dan benalu mangga berpotensi mempertahankan kadar protein total serum melalui aktivitas antioksidan dan hepatoprotektif pada tikus model High Fat Diet.
Kata Kunci: benalu mangga, benalu teh, diet tinggi lemak, kadar protein total, tikus wistar | en_US |