Show simple item record

dc.contributor.authorSafira, Anggita Berliana
dc.date.accessioned2026-10-09T04:06:37Z
dc.date.available2026-10-09T04:06:37Z
dc.date.issued2026-06-08
dc.identifier.urihttps://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/14231
dc.description.abstractDemam tifoid merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi dengan angka kematian yang masih tinggi di Indonesia. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat menyebabkan resistensi bakteri sehingga diperlukan alternatif antibakteri alami yang lebih aman. Daun alpukat (Persea americana) dan daun pepaya (Carica papaya) diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, saponin, dan tannin yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas kombinasi ekstrak daun alpukat dan daun pepaya terhadap daya hambat Salmonella typhi secara in vitro. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan rancangan acak lengkap (RAL) dan metode difusi cakram Kirby-Bauer. Ekstrak dibuat dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%. Perlakuan terdiri atas kontrol positif kloramfenikol 0,005%, kontrol negatif aquadest steril, ekstrak tunggal daun alpukat dan daun pepaya konsentrasi 25, 50, 75, dan 100%, serta kombinasi ekstrak rasio 1:1, 2:1, dan 1:2, setiap perlakuan dilakukan tiga kali ulangan. Data dianalisis menggunakan uji Kruskal–Wallis dan dilanjutkan Mann–Whitney. Hasil penelitian menunjukkan seluruh perlakuan mampu menghambat pertumbuhan Salmonella typhi dengan kategori daya hambat sedang. Ekstrak tunggal daun pepaya memiliki daya hambat lebih tinggi dibandingkan ekstrak daun alpukat maupun beberapa kombinasi ekstrak. Daya hambat tertinggi diperoleh pada ekstrak daun pepaya konsentrasi 50% dengan rerata diameter zona hambat sebesar 9,49 mm. Aktivitas antibakteri dipengaruhi oleh senyawa bioaktif yang bekerja merusak membran dan dinding sel bakteri. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kombinasi ekstrak daun alpukat dan daun pepaya menunjukkan efek antibakteri yang bersifat aditif, sedangkan ekstrak tunggal daun pepaya lebih efektif dalam menghambat pertumbuhan Salmonella typhi dibandingkan kombinasi kedua ekstrak tersebut. Kata Kunci: Zona Hambat, Aktivitas Antibakteri, Ekstrak Etanol, Difusi Cakramen_US
dc.language.isootheren_US
dc.publisherUniversitas Islam Malangen_US
dc.subjectZona Hambaten_US
dc.subjectAktivitas Antibakterien_US
dc.subjectEkstrak Etanolen_US
dc.subjectDifusi Cakramen_US
dc.titleKombinasi Ekstrak Daun Alpukat (Persea Americana) Dan Daun Pepaya (Carica Papaya) Terhadap Daya Hambat Salmonella Typhi Secara In Vitroen_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record


PRISMA Knowledge Center
Perpustakaan dan Kearsipan Universitas Islam Malang
Telp: 0341-581613, Fax.: 0341-552249
Jln. MT. Haryono 193, Kota Malang