Penerapan Model Pembelajaran Role Playing untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Peserta Didik pada Materi Lingkaran Kelas VIII
Abstract
Kemampuan pemecahan masalah merupakan suatu keterampilan yang harus dimiliki oleh setiap peserta didik dalam pembelajaran matematika agar dapat mencapai tujuan pembelajaran. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan pemecahan masalah peserta didik kelas VIII di MTs Miftahul Huda Sumbermanjing Wetan sehingga diperlukan model pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah. Salah satunya yaitu model pembelajaran Role Playing. Model pembelajaran tersebut dapat membantu mempermudah peserta didik untuk menyelesaikan masalah dan mempermudah peserta didik memahami materi yang diberikan.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan dan hasil model pembelajaran Role Playing untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika peserta didik pada materi lingkaran kelas VIII MTs Miftahul Huda. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian tindakan kelas yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas partisipan. Pengambilan data menggunakan lembar observasi kegiatan pendidik dan peserta didik, wawancara, catatan lapangan dan tes akhir. Tahapan analisis data yang dilakukan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII di MTs Miftahul Huda Sumbermanjing Wetan yang berjumlah 20 peserta didik. Penelitian dilaksanakan pada semester ganjil tahun ajaran 2024/2025 dengan materi lingkaran.
Berdasarkan penelitian didapatkan hasil sebagai berikut. 1) Penerapan model pembelajaran Role Playing dilaksanakan dengan sintaks : (a) peserta didik bersiap untuk menyelesaikan masalah pada LKPD dan dibentuk kelompok disesuaikan dengan tugas-tugasnya, (b) memilih peran pemain setiap kelompok menentukan tugas dari setiap anggota, (c) pelaksanaan permainan peran setiap kelompok akan bertugas memainkan peran sesuai dengan materi yang sudah diberikan, (d) diskusi dan evaluasi setelah merancang dan menyelesaikan persoalan matematika, setiap kelompok mempresentasikan dan evaluasi dilakukan berdasarkan konsep lingkaran, (e) permainan ulang bagi kelompok yang belum tuntas dengan maka akan diadakan permainan ualang, (f) diskusi dan evaluasi kedua bagi kelompok yang masih belum tuntas maka diadakan diskusi dan evaluasi kedua, (g) kesimpulan dan penutup masing-masing kelompok menyimpulkan hasil diskusi dan menyampaikan kesimpulan dengan baik. Hasil observasi kegiatan peserta didik siklus I mencapai 65,5% dan mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 87%. Hasil observasi kegiatan pendidik pada siklus I 70% dan mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 84,5%. Adanya peningkatan kegiatan peserta didik dan pendidik menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Role Playing diterapkan dengan baik. 2) Hasil peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika peserta didik pada materi lingkaran setelah dilaksanakan penerapan model pembelajaran Role Playing dapat dilihat dari hasil tes akhir siklus. Pada siklus I, tes akhir siklus mencapai persentase 60% dengan rata-rata kelas 69,45 dan pada siklus II tes akhir siklus mencapai persentase 90% dengan rata-rata kelas 79,5. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika peserta didik kelas VIII MTs Miftahul Huda terdapat peningkatan sebesar 30% setelah menggunakan model pembelajaran Role Playing. 3) Respon peserta didik kelas VIII MTs Miftahul Huda terhadap penerapan model pembelajaran Role Playing pada siklus I mencapai persentase 66,6%, kemudian mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 83,3%. Dengan demikian, dapat disimpulkan model pembelajaran Role Playing dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika pada materi lingkaran kelas VIII MTs Miftahul Huda. Dengan penerapan model pembelajaran Role Playing pendidik dapat terus mengembangkan keterampilan dalam mengelola kelas, agar lebih kondusif, dan peserta didik bisa lebih aktif dalam pembelajaran. Pendidik mengaitkan materi pembelajaran dengan konteks kehidupan sehari-hari untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika peserta didik.
Kata-kata Kunci : penerapan, model pembelajaran Role Playing, kemampuan pemecahan masalah, lingkaran
