Strategi Pentahelix Dalam Peningkatan Kinerja Umkm Kota Malang (Studi Pada Sektor Makanan dan Minuman)
Abstract
Penelitian ini dilakukan atas dasar pentingnya peran UMKM dalam perekonomian nasional, khususnya UMKM Kota Malang di sektor makanan dan minuman yang berkembang pesat. Meskipun memiliki potensi besar, UMKM di Kota Malang masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan inovasi, akses permodalan, digitalisasi, serta persaingan yang semakin ketat. Dalam menghadapi tantangan tersebut, diperlukan strategi yang melibatkan berbagai pihak untuk mendukung pertumbuhan UMKM secara berkelanjutan. Model Pentahelix menjadi dasar utama penelitian ini karena memberikan pendekatan kolaboratif yang melibatkan lima pemangku kepentingan yaitu: akademisi, komunitas, pemerintah, pelaku bisnis, dan media.. Model Pentahelix diharapkan mampu memberikan solusi dalam mengatasi tantangan tersebut.
Melalui sinergi antar stakeholder, UMKM dapat memperoleh dukungan dalam berbagai aspek, mulai dari pelatihan, pendampingan usaha, akses ke sumber daya dan jaringan bisnis, kemudahan akses legalitas usaha, hingga strategi pemasaran berbasis digital. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana peran masing-masing stakeholder dalam Model Pentahelix berkontribusi terhadap peningkatan kinerja UMKM di Kota Malang, khususnya di sektor makanan dan minuman. Dengan menggunakan metode penelitian campuran, diharapkan penelitian ini dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif dan menghasilkan analisis yang lebih akurat serta relevan. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan Model Pentahelix dapat meningkatkan daya saing UMKM apabila kelima stakeholder dapat berkolaborasi secara optimal dan merata.
