Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Peserta Didik Kelas VII A MTs TMI Pujon melalui Penerapan Problem Based Learning Berbantuan Media Interaktif pada Materi Penyajian Data
Abstract
Model pembelajaran teacher centered atau model pembelajaran yang berpusat pada guru yang diterapkan terus menerus sering kali membuat peserta didik pasif dan kurang bersemangat. Untuk mengatasi masalah ini, peneliti menerapkan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan media interaktif yang melibatkan peserta didik dalam pemecahan masalah secara kelompok melalui tahapan-tahapan ilmiah. Model PBL ini dikombinasikan dengan media pembelajaran interaktif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis dan keterlibatan peserta didik dalam proses pembelajaran.
Tujuan dari penelitian ini yaitu: (1) untuk mendeskripsikan penerapan model PBL berbantuan media interaktif di kelas VII A MTs TMI Pujon dalam rangka meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis peserta didik pada materi penyajian data, dan (2) untuk mendeskripsikan hasil dari penerapan model PBL berbantuan media interaktif di kelas VII A MTs TMI Pujon dalam rangka meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis peserta didik pada materi penyajian data.
Jenis penelitian yang dilakukan adalah PTK partisipasi di mana peneliti terlibat secara langsung pada proses penelitian dari awal hingga akhir siklus. Peneliti senantiasa berpartisipasi di setiap tahap proses penelitian, mulai dari perencanaan, pemantauan kegiatan, pencatatan dan pengumpulan data, kemudian diakhiri dengan analisis data dan pelaporan data hasil penelitian. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Kedua pendekatan tersebut dipadukan dengan menjadikan pendekatan kualitatif sebagai fokus utama penelitian yang didukung dengan pendekatan kuantitatif.
Penelitian ini dilaksanakan di MTs TMI Pujon dengan subjek penelitian yaitu peserta didik kelas VII A. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu: (1) soal postes, (2) lembar observasi, dan (3) lembar angket. Data dikumpulkan melalui teknik: (1) observasi, (2) tes, dan (3) angket. Analisis data dilakukan secara kualitatif dengan langkah-langkah yaitu: (1) analisis data, (2) reduksi data, (3) penyajian data, dan (4) penarikan kesimpulan. Analisis data juga dilakukan secara kuantitatif dengan cara menghitung persentase rata-rata peserta didik yang lulus uji postes, yaitu peserta didik memperoleh nilai
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penelitian dilakukan pada tiga tahapan yaitu: (1) pra-tindakan, (2) tindakan siklus I, dan (3) tindakan siklus II. Pada tahap pra-tindakan, peneliti menentukan lokasi penelitian yaitu MTs TMI Pujon dengan permasalahan yang dihadapi yaitu kemampuan berpikir kritis matematis peserta didik yang cukup rendah. Berdasarkan wawancara bersama guru kelas VII diperoleh bahwa kelas VII dibagi menjadi lima kelas dengan kemampuan matematis yang hampir sama. Melalui penyesuaian jadwal peneliti, akhirnya disepakati bersama untuk penelitian tindakan dilakukan di kelas VII A. Tindakan siklus I dilaksanakan dalam empat tahapan, yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Hasil refleksi siklus I menunjukkan bahwa hanya sebagian indikator keberhasilan tindakan yang memenuhi kriteria keberhasilan tindakan sehingga perlu dilaksanakan tindakan siklus II dengan melakukan perbaikan pada kekurangan tindakan di siklus I. Tindakan siklus II dilaksanakan dalam empat tahapan, yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Hasil refleksi siklus II menunjukkan bahwa semua indikator keberhasilan tindakan telah memenuhi kriteria keberhasilan sehingga tidak perlu melakukan tindakan lanjutan karena peneliti dianggap telah berhasil melaksanakan PTK.
Kesimpulan dari penelitian ini yaitu penerapan model PBL berbantuan media interaktif mencakup lima tahapan, yaitu: (1) mengorientasikan peserta didik terhadap masalah, (2) mengorganisasi peserta didik, (3) membimbing penyelidikan individu maupun kelompok, (4) mengembangkan dan menyajikan hasil diskusi kelompok, dan (5) menganalisis serta mengevaluasi proses dan hasil pemecahan masalah. Hasil penerapan model PBL berbantuan media interaktif yaitu terjadi peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis peserta didik kelas VII A MTs TMI Pujon diperoleh dari: (1) data hasil postes siklus II di mana peserta didik memperoleh nilai rata-rata kelas mencapai 78,9 dengan persentase keberhasilan mencapai 71,8% ( 70%), (2) hasil observasi kegiatan guru mencapai 94,45% ( 80%) pada tindakan siklus II dengan kriteria "memuaskan", (3) hasil observasi peserta didik mencapai 88,25% (80%) pada tindakan siklus II dengan kriteria "sangat baik", dan (3) respons positif peserta didik kelas VII A MTs TMI Pujon terhadap penerapan model PBL berbantuan media interaktif mencapai 80% ( 75%) pada tindakan siklus II.
Peneliti menyarankan kepada pihak sekolah untuk menerapkan model PBL berbantuan media interaktif untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pembelajaran di sekolah. Peneliti menyarankan kepada guru untuk menerapkan model pembelajaran ini dalam rangka meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis peserta didik pada materi pembelajaran yang memungkinkan untuk diterapkannya model ini. Peneliti berikutnya disarankan untuk meneliti lebih lanjut tentang cara penerapan model pembelajaran ini jika dipadukan dengan media interaktif dan faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan berpikir kritis matematis peserta didik dalam upaya meningkatkan proses pembelajaran, khususnya pada pembelajaran matematika.
Kata Kunci: Peningkatan, Kemampuan Berpikir Kritis Matematis, Model Problem Based Learning, Media Interaktif
