Penerapan Pendekatan Pembelajaran Berdiferensiasi dengan Model Problem Based Learning (PBL) untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Peserta Didik pada Materi SPLDV Kelas VIII MTs Annur Al-Huda Ngawonggo
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik MTs Annur Al-Huda Ngawonggo pada materi SPLDV. Hal ini diperkuat dari hasil pretest yang dilakukan dari 30 peserta didik hanya 14 atau 46.7% peserta didik yang mencapai KKM dan termasuk ke dalam kategori rendah. Berdasarkan hasil wawancara dengan pendidik, faktor penyebabnya meliputi kesulitan memahami soal, kurangnya motivasi, keterbatasan waktu belajar, dan rendahnya rasa percaya diri. Selain itu, proses pembelajaran yang kurang sesuai dengan kebutuhan individu peserta didik menjadi kendala dalam pengembangan kemampuan pemecahan masalah. Oleh karena itu, penelitian ini menerapkan model Problem Based Learning (PBL) dengan pendekatan pembelajaran berdiferensiasi untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik.
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini yaitu: (1) Mendeskripsikan penerapan model PBL dengan menerapkan pembelajaran berdiferensiasi untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis menggunakan pada materi SPLDV kelas VIII A MTs Annur Al-Huda Ngawonggo. (2) Mendeskripsikan hasil peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis menggunakan model PBL dengan pendekatan pembelajaran berdiferensiasi pada materi SPLDV kelas VIII A MTs Annur Al-Huda Ngawonggo.
Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilakukan di kelas VIII MTs Annur Al-Huda Ngawonggo pada semester genap tahun ajaran 2024/2025, melibatkan 30 peserta didik. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, catatan lapangan, dan tes akhir siklus. Indikator keberhasilan yang dipakai peneliti terdiri atas kriteria keberhasilan yang diukur, mulai dari presentase 75% peserta didik mendapatkan nilai tes akhir siklus ≥ 75, rata-rata persentase keberhasilan pembelajaran kelas yang dinilai observer mencapai 75%, persentase keaktifan peserta didik yang dinilai oleh observer ≥ 75%, dan 50% peserta didik memberikan respon positif terhadap model PBL dengan pembelajaran berdiferensiasi. Teknik pengecekan keabsahan data dilakukan melalui ketekunan dalam peneltian, traingulasi, dan pemeriksaan teman sejawat. Teknik analisis data dalam penelitian ini meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PBL dilakukan melalui lima tahap utama: orientasi masalah, organisasi pembelajaran, bimbingan penyelidikan, penyajian hasil, serta analisis dan evaluasi proses pemecahan masalah. Aktivitas pendidik meningkat dari 72% (baik) pada siklus I menjadi 77.05% (baik) pada siklus II. Aktivitas peserta didik juga meningkat dari 69.1% (baik) menjadi 83.1% (sangat baik). Hasil tes menunjukkan peningkatan kemampuan pemecahan masalah. Pada siklus I, 53.3% peserta didik mencapai nilai ≥75, sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 80%. Respon peserta didik terhadap model pembelajaran juga positif, dengan 66.6% di siklus I dan 83.3% di siklus II menyatakan setuju dengan efektivitas pendekatan ini. Dengan demikian, model PBL dengan pembelajaran berdiferensiasi terbukti meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik.
Kata-kata kunci: kemampuan pemecahan masalah matematis, model Problem Based Learning (PBL), pendekatan pembelajaran berdiferensiasi, SPLDV
