Show simple item record

dc.contributor.authorInnaya, Allinha Yusfin
dc.date.accessioned2025-12-24T02:28:07Z
dc.date.available2025-12-24T02:28:07Z
dc.date.issued2025-04-02
dc.identifier.urihttp://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/12331
dc.description.abstractAda lebih dari 300 jenis tanaman mengandung metabolit sekunder yang bisa dijadikan salah satu alternatif pengobatan baik secara tradisional maupun modern. Dengan pengembangan modern bisa digunakan sebagai salah satu obat yang bersifat agen antibiotik, salah satunya yaitu delima (Punica granatum L.). Kulit delima (Punica granatum L.) merupakan sumber antioksidan yang potensial dengan kandungan fitokimia khususnya fenolik serta memiliki aktivitas antibakteri dan antijamur. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui kandungan total fenolik dan sifat antibakteri dengan melihat zona hambat pada kulit delima hitam (Punica granatum L.) serta korelasi ekstrak dengan sifat antibakteri. Metode pada penelitian yaitu secara eksperimental menggunakan ekstrak etanol kulit delima hitam untuk uji total kadar fenolik dengan Pereaksi Folin Ciocalteau melalui Spektrofotometer UV-VIS. Sedangkan, untuk sifat antibakteri menggunakan metode difusi sumuran dengan media MHA dan MHB pada 2 bakteri, yaitu Eschericia coli dan Staphylococcs aureus. Analisis data menggunakan uji One Way Anova pada PAST. Hasil kadar fenolik delima hitam menghasilkan kadar fenolik di rentang 20,0579 mg GAE/ml – 36,4451 mg GAE/ml. Sifat antibakteri kulit delima hitam (Punica granatum L.) menghasilkan zona hambat dengan kategori kuat baik Eschericia coli baik Staphylococcus aureus. Eschericia coli menghasilkan zona hambat dengan konsentrasi 25%, 50%, 75%, dan 100% berturut-turut, yaitu, 12, 14; 15,85; 14,78; dan 17,27 mm. Sedangkan, pada Staphylococcus aurues menghasilkan zona hambat dengan berturut-turut, yaitu, 13,81; 17,51; 18,09; dan 18,30 mm. Korelasi kadar fenol dengan ekstrak memiliki hasil positif pada P=0,05 dengan nilai berturut-turut, Eschericia coli dan Staphylococcus aureus, yaitu 0,611 dan 0,626. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar total fenolik delima hitam memang memiliki kadar yang tinggi serta adanya sifat antibakteri. Kata Kunci: Kulit Delima Hitam Total Fenolik, Spektrofotometer UV-VIS, metode Folin Ciocalteau, Antibakteri, Difusi Sumuran, Antibiotik.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.publisherUniversitas Islam Malangen_US
dc.subjectKulit Delima Hitam Total Fenoliken_US
dc.subjectSpektrofotometer UV-VISen_US
dc.subjectmetode Folin Ciocalteauen_US
dc.subjectAntibakterien_US
dc.subjectDifusi Sumuranen_US
dc.subjectAntibiotiken_US
dc.titleKandungan Total Fenolik Dan Aktivitas Antibakteri Pada Esktrak Kulit Delima Hitam (Punica Granatum L.) Sebagai Agen Antibiotiken_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record


PRISMA Knowledge Center
Perpustakaan dan Kearsipan Universitas Islam Malang
Telp: 0341-581613, Fax.: 0341-552249
Jln. MT. Haryono 193, Kota Malang