Show simple item record

dc.contributor.authorRahman, Siti Masfufah Salsabila
dc.date.accessioned2026-01-08T02:34:10Z
dc.date.available2026-01-08T02:34:10Z
dc.date.issued2025-03-17
dc.identifier.urihttp://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/12457
dc.description.abstractPantai Duta merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Probolinggo yang memiliki potensi alam dan keindahan hutan mangrove. Namun, peningkatan jumlah pengunjung setiap tahunnya berdampak pada lonjakan volume sampah yang tidak terkelola dengan baik. Kondisi ini menurunkan daya tarik wisata dan menimbulkan masalah lingkungan. Penelitian ini menggunakan Teori Collaborative Governance oleh Ratner (2012) yang menggunakan 3 tahap yaitu; identifikasi hambatan dan peluang, strategi debat untuk mempengaruhi dan merencanakan tindakan kolaborasi. Kemudian Teori kedua merujuk pada Manajemen Strategi oleh Wheelen & Hunger (2012) yang menggunakan 4 tahap utama antara lain; pemindai lingkungan, perumusan strategi, implementasi strategi dan evaluasi pengendalian Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan collaborative governance di Pantai Duta, di mana ditemukan bahwa kurangnya kesadaran masyarakat, keterbatasan sarana pengelolaan sampah, dan minimnya dukungan pemerintah menjadi penghambat utama dalam pengelolaan sampah. Kedua, Pokdarwis dan pengelola wisata berusaha meningkatkan partisipasi masyarakat melalui sosialisasi dan pelatihan tentang pengelolaan sampah. Ketiga, pengelola wisata berupaya menerapkan sistem 3R (Reduce, Reuse, Recycle), namun implementasinya belum berjalan optimal karena minimnya dukungan teknis dan pendanaan. Tantangan utama dalam pengelolaan sampah di Pantai Duta berasal dari faktor internal dan eksternal. Faktor internal mencakup rendahnya partisipasi masyarakat dan berkurangnya jumlah anggota Pokdarwis, sementara faktor eksternal meliputi kebijakan pemerintah yang belum sepenuhnya mendukung pengelolaan sampah dan ketergantungan pada pihak ketiga dalam proses pengelolaan. Sebagai solusi, penelitian ini merekomendasikan beberapa langkah strategis. Pertama, meningkatkan kesadaran masyarakat melalui edukasi dan sosialisasi mengenai pentingnya pengelolaan sampah. Kedua, menyediakan fasilitas pengelolaan sampah yang memadai untuk mendukung penerapan sistem 3R. Ketiga, memperkuat kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta untuk menciptakan pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan collaborative governance dalam pengelolaan sampah di Pantai Duta belum berjalan optimal. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan partisipasi masyarakat, penguatan kebijakan pendukung, dan sinergi antar pemangku kepentingan untuk menciptakan pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan menjaga daya tarik kawasan wisata Pantai Duta Kata Kunci : Collaborative Governance, Pengelolaan Sampah, Pantai Duta  en_US
dc.language.isootheren_US
dc.publisherUniversitas Islam Malangen_US
dc.subjectCollaborative Governanceen_US
dc.subjectPengelolaan Sampahen_US
dc.subjectPantai Duta  en_US
dc.titleCollaborative Governance Dalam Pengelolaan Sampah Di Kawasan Wisata (Studi Kasus Pada Pantai Duta, Desa Randutatah, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo)en_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record


PRISMA Knowledge Center
Perpustakaan dan Kearsipan Universitas Islam Malang
Telp: 0341-581613, Fax.: 0341-552249
Jln. MT. Haryono 193, Kota Malang