Show simple item record

dc.contributor.authorFebrianti, Dwi
dc.date.accessioned2026-01-10T04:03:21Z
dc.date.available2026-01-10T04:03:21Z
dc.date.issued2025-05-25
dc.identifier.urihttp://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/12509
dc.description.abstractDalam penelitian ini, membahas mengenai penerapan intergovernmental relations antara Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kota Malang dengan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia dalam fasilitasi pendaftaran merek dagang bagi pelaku usaha mikro Ekmira. Penelitian ini didasarkan pada permasalahan yang ada terkait kurangnya pemahaman pelaku usaha mengenai pentingnya pendaftaran merek dagang, minimnya pelaku usaha yang telah memenuhi standar legalitas usaha, kendala dalam penyediaan dana dan alokasi anggaran serta hambatan dalam pengembangan inovasi strategi pemasaran. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui, mendeskripsikan, dan menganalisis terkait penerapan intergovernmental relations dalam fasilitasi pendaftaran merek dagang pelaku usaha mikro Ekmira. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan menggunakan sumber data primer dan sekunder. Teknik analisis data yang digunakan yaitu Milles, Huberman, & Saldana. (2014) yang meliputi 4 tahap yaitu pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan kesimpulan. Dalam penelitian ini menggunakan teori intergovernmental relations menurut Wright (1974), yang mencakup lima indikator kunci dalam pelaksanaan intergovernmental relations: the roles of government, the interactions of public officials, sustainability communication, the roles administrators, dan focus attention on the policy. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan intergovernmental relations dalam fasilitasi pendaftaran merek dagang telah berjalan dengan cukup baik melalui pola koordinasi yang terstruktur antara pemerintah daerah dan pusat dengan adanya sejumlah indikator keberhasilan dalam pelaksanaan intergovernmental relations seperti peran pemerintah, dan komunikasi berkelanjutan. Namun demikian, masih terdapat beberapa hal yang membuat pelaksanaan kolaborasi dalam fasilitasi pendaftaran merek dagang belum berjalan secara optimal yakni adanya kendala dalam aspek interaksi antar pejabat publik, peran administrator, dan fokus perhatian terhadap kebijakan. Kata Kunci : intergovernmental relations, fasilitasi merek dagang, usaha mikro en_US
dc.language.isootheren_US
dc.publisherUniversitas Islam Malangen_US
dc.subjectintergovernmental relationsen_US
dc.subjectfasilitasi merek dagangen_US
dc.subjectusaha mikro en_US
dc.titleIntergovernmental Relations Dalam Fasilitasi Pendaftaran Merek Dagang Pelaku Usaha Mikro Ekmira (Studi Pada Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kota Malang)en_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record


PRISMA Knowledge Center
Perpustakaan dan Kearsipan Universitas Islam Malang
Telp: 0341-581613, Fax.: 0341-552249
Jln. MT. Haryono 193, Kota Malang