Analisa Laju Erosi Dan Arahan Konservasi Lahan Berbasis Arcgis Pada Das Bogowonto Kabupaten Purworejo Provinsi Jawa Tengah
Abstract
Air merupakan elemen penting bagi kehidupan, khususnya dalam mendukung sektor pertanian dan irigasi. Namun, tidak semua wilayah di Indonesia memiliki akses air bersih yang memadai, terutama saat musim kemarau. Selain itu, ketidakseimbangan
dalam penggunaan lahan, seperti alih fungsi lahan pertanian ke non-pertanian, seringkali mengabaikan daya dukung lingkungan. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya erosi di daerah aliran sungai (DAS), yang pada akhirnya mengganggu keseimbangan ekosistem dan menurunkan produktivitas lahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis laju erosi dan skenario tata guna
lahan di DAS Bogowonto. Metode yang digunakan adalah Revised Universal Soil Loss Equation (RUSLE), yang dibantu oleh perangkat lunak ArcGIS versi 10.8. Data yang dianalisis meliputi curah hujan, penggunaan lahan, jenis tanah, dan kemiringan lereng, yang semuanya diolah untuk mengetahui nilai laju erosi dan untuk mensimulasikan perubahan tata guna lahan dan menghasilkan skenario yang tepat. Hasil analisis menunjukkan bahwa laju erosi di DAS Bogowonto mencapai
109,996 ton/ha/tahun. Angka ini menunjukan tingkat bahaya erosi sedang . Simulasi skenario tata guna lahan dilakukan dengan mengubah lahan kosong menjadi tegalan atau ladang, yang selanjutnya dialihfungsikan menjadi lahan perkebunan. Langkah ini
mampu menurunkan laju erosi menjadi 96,908 ton/ha/tahun, bahkan dapat ditekan hingga 26,640 ton/ha/tahun melalui penerapan praktik konservasi yang tepat. Metode konservasi vegetatif terbukti paling efektif, dengan menggunakan tanaman musiman
seperti jagung, kacang tanah, tebu, kedelai, dan talas yang ditanam dengan jarak 0,6 m– 1 m, serta tanaman tahunan seperti cengkeh, pisang, mangga, jeruk, dan kelapa yang ditanam dengan jarak 2 m – 15 m. Selain itu, identifikasi menggunakan ArcGIS
menunjukkan bahwa luas kawasan konservasi di Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo mencapai 225,994 hektar, yang menunjukkan potensi besar dalam mendukung upaya konservasi lahan dan pengelolaan DAS secara berkelanjutan
