Perilaku Impulse Buying Dalam Pembelian Produk Fashion Online (Studi Pada Generasi Z Mahasiswa UKM Panorama Photography UNISMA)
Abstract
Penulisa Penulisan ini dilakukan atas dasar perubahan signifikan dalam pola konsumsi masyarakat di era digital yang memunculkan fenomena pembelian impulsif (impulse buying) pada produk fashion online. Generasi Z sebagai digital natives sangat akrab dengan media sosial dan platform e-commerce seperti Shopee dan TikTok Shop, sehingga lebih rentan terhadap promosi dan kampanye pemasaran yang memengaruhi keputusan pembelian secara spontan. Fenomena ini semakin relevan untuk diteliti, terutama dalam konteks mahasiswa yang tergabung di UKM Panorama Photography UNISMA yang sering terpapar tren fashion terkini dan tekanan sosial kelompok.
Penulisan ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana perilaku impulse buying pada produk fashion online terjadi dan menganalisis peran platform e-commerce dalam memengaruhi keputusan pembelian impulsif. Fokus penulisan ini adalah dua hal utama: (1) memahami bagaimana perilaku impulsif terhadap fashion online dapat terjadi, dan (2) menganalisis peran platform online shop dalam mendorong keputusan pembelian impulsif. Pendekatan ini bertujuan untuk menggali pengalaman personal mahasiswa Generasi Z serta memahami pengaruh sosial dan media digital terhadap perilaku konsumsi mereka.
Metode penulisan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi dari anggota UKM Panorama Photography UNISMA. Validitas data dijamin melalui triangulasi sumber. Pendekatan ini memungkinkan penulis untuk menggali pengalaman personal informan secara mendalam serta memahami interaksi antara pengaruh sosial dan media digital dalam mendorong perilaku impulsif.
Hasil penulisan menunjukkan bahwa perilaku impulse buying di kalangan mahasiswa Generasi Z dipengaruhi oleh berbagai hal seperti kemudahan akses platform belanja online, promosi menarik (diskon dan flash sale) dan pengaruh media sosial melalui influencer serta iklan visual. Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) juga menjadi pemicu di mana mahasiswa merasa harus mengikuti tren agar tetap relevan secara sosial. Selain itu, tekanan sosial dalam komunitas seperti UKM Panorama Photography juga memengaruhi keputusan pembelian, di mana anggota cenderung mengikuti preferensi fashion kelompoknya.
Penulisan ini menghadapi kendala seperti keterbatasan waktu dan ruang lingkup penulisan yang hanya mencakup satu komunitas mahasiswa. Penulisan ini diharapkan memberikan kontribusi teoretis dalam memperkaya literatur tentang perilaku impulsif di era digital, khususnya pada Generasi Z. Secara praktis, hasil penulisan ini dapat menjadi acuan bagi pelaku bisnis fashion online dalam merancang strategi pemasaran yang efektif dan bertanggung jawab. Selain itu, penulisan ini juga dapat memberikan wawasan kepada komunitas mahasiswa untuk lebih bijak dalam mengelola perilaku konsumsi mereka di tengah maraknya promosi digital.
Kata Kunci: Pembelian Impulsif, Fashion Online, Generasi Z, Online Shop
