Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa dalam Menyelesaikan Bentuk Soal Literasi Numerasi pada Materi Perbandingan Senilai dan Berbalik Nilai bagi Siswa Kelas VII SMP Assa’idiyyah
Abstract
Penelitian ini berfokus pada analisis kemampuan pemecahan masalah dan literasi numerasi siswa SMP dalam materi perbandingan berbalik nilai. Masalah utama yang diangkat adalah rendahnya pemahaman siswa terhadap konsep ini, yang menyebabkan kesulitan dalam menerapkannya pada soal-soal matematika. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi tingkat pemahaman siswa serta faktor-faktor yang memengaruhi kemampuan mereka. Sasaran penelitian adalah siswa kelas VII SMP Assa’idiyyah, dengan harapan hasilnya dapat memberikan solusi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran matematika.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk menganalisis kemampuan siswa secara mendalam. Subjek penelitian terdiri dari 30 siswa, dengan 3 siswa dipilih sebagai sampel mewakili kategori tinggi, sedang, dan rendah.
Pengumpulan data dilakukan melalui tes tertulis berbasis literasi numerasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi hasil kerja siswa. Data kemudian dianalisis melalui tiga tahap utama: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk memastikan keabsahan data, digunakan teknik triangulasi dengan membandingkan hasil tes dan wawancara.Hasil penelitian menunjukkan perbedaan signifikan dalam kemampuan siswa: Kategori tinggi mampu memahami konsep dengan baik, merencanakan solusi sistematis, dan mengevaluasi jawaban secara mandiri. Kategori sedang memahami dasar konsep tetapi sering ragu dalam penerapan rumus dan bergantung pada bantuan eksternal.
Kategori rendah mengalami kesulitan memahami masalah, tidak memiliki strategi penyelesaian, dan cenderung menebak jawaban. Temuan ini mengindikasikan pentingnya pendekatan pembelajaran yang disesuaikan dengan tingkat kemampuan siswa.Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa pemahaman konsep dan kepercayaan diri merupakan faktor kunci dalam kemampuan pemecahan masalah siswa. Berdasarkan temuan, direkomendasikan agar guru menggunakan metode pembelajaran yang lebih variatif, seperti diskusi kelompok dan pemodelan, untuk meningkatkan pemahaman siswa. Siswa dengan kemampuan rendah memerlukan pendampingan intensif dan latihan berulang.
Untuk penelitian selanjutnya, disarankan untuk mengeksplorasi faktor-faktor lain seperti motivasi belajar dan pengaruh lingkungan, serta mengembangkan instrumen penelitian yang lebih komprehensif untuk mengukur literasi numerasi dalam konteks yang lebih luas.
