Analisis Pemecahan Masalah dan Pemahaman Konsep pada Materi Fungsi Linear untuk Peserta Didik Kelas VIII MTs Al Maarif 01 Singosari
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan pemecahan masalah dan pemahaman konsep matematis peserta didik dalam materi fungsi linear. Fokus penelitian diarahkan pada proses berpikir peserta didik dalam melalui tahapan pemecahan masalah menurut Polya, yaitu (1) memahami masalah, (2) merancang strategi penyelesaian, (3) melaksanakan rencana, dan (4) meninjau kembali hasil. Selain itu, pada penelitian ini, pemahaman konsep peserta didik juga dianalisis berdasarkan indikator pemahaman konsep menurut kerangka Silver, yakni mampu (1) memberikan penjelasan atau alasan, (2) menggunakan berbagai representasi untuk menyatakan konsep, (3) mengidentifikasi contoh dan bukan contoh suatu konsep, (4) menghubungkan ide satu sama lain, (5) menerapkan konsep dalam situasi baru atau tidak rutin, (6) mengoreksi kesalahan dengan memahami akar masalahnya, dan (7) memahami makna di balik prosedur. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan peserta didik dalam memahami konsep matematika secara mendalam dan menerapkannya dalam konteks yang bermakna, terutama pada topik aljabar seperti fungsi linear, yang menjadi dasar dalam berbagai penerapan matematika di kehidupan nyata.
Penelitian ini dilaksanakan di MTs Almaarif 01 Singosari menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari empat puluh peserta didik yang dipilih secara purposif berdasarkan rekomendasi guru matematika kelas VIII dari hasil belajar peserta didik sehingga mendapatkan subjek penelitian dengan latar belakang santri dan non santri serta hasil belajar matematika rendah, sedang, dan tinggi. Pengumpulan data dilakukan melalui tes tertulis, wawancara mendalam, dan observasi selama proses pengerjaan soal yang terdokumentasi sesuai instrumen-instrumennya. Data dianalisis secara kualitatif menggunakan model interaktif empat tahap, yakni pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan data yang diverifikasi melalui triangulasi tes tulis, wawancara, dan observasi untuk menjamin kredibilitas temuan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan peserta didik dalam memecahkan masalah dan memahami konsep fungsi linear dipengaruhi oleh tingkat hasil belajar matematika mereka. Peserta didik dengan kemampuan rendah sering kali kesulitan dalam menyusun model matematis, menyelesaikan persamaan, dan menggambarkan grafik fungsi linear. Meskipun mereka mampu menyelesaikan beberapa soal dengan menggunakan pendekatan coba-coba, pemahaman konsep yang mendalam masih terbatas. Di sisi lain, peserta didik dengan hasil belajar matematika yang tinggi menunjukkan pemahaman konsep yang lebih baik, meskipun mereka juga menghadapi kesulitan dalam menggambarkan grafik dan meninjau kembali solusi mereka. Secara keseluruhan, tantangan terbesar yang dihadapi oleh sebagian besar peserta didik adalah kemampuan untuk merepresentasikan fungsi linear dalam bentuk grafis, meskipun mereka bisa melakukan perhitungan dengan benar.
Dari temuan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa meskipun sebagian besar peserta didik mampu melakukan perhitungan dasar terkait fungsi linear, mereka masih kesulitan dalam memahami konsep secara mendalam, terutama dalam membangun model matematis dan menghubungkannya dengan representasi grafis. Hal ini lebih sering terjadi pada peserta didik dengan hasil belajar matematika rendah dan sedang, yang cenderung mengandalkan prosedur tanpa benar-benar memahami konsepnya. Oleh karena itu, untuk meningkatkan pemahaman mereka, diperlukan pendekatan pembelajaran yang lebih menekankan pada pemahaman konsep yang kuat dan kemampuan untuk menggunakan representasi grafik secara efektif, guna membantu mereka melihat hubungan antara konsep-konsep matematika dalam konteks kehidupan nyata.
