Efektivitas Model PJBL dengan Pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif dan Kemampuan Komunikasi Matematis Tulis
Abstract
Permasalahan dalam pembelajaran matematika di SMP adalah rendahnya kemampuan berpikir kreatif dan komunikasi matematis tulis siswa. Kedua kemampuan ini sangat penting untuk menghadapi tantangan abad ke-21. Pembelajaran yang masih bersifat monoton dan tidak kontekstual menjadi salah satu penyebabnya. Untuk mengatasi hal tersebut, penelitian ini menerapkan model Project Based Learning (PjBL) dengan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT), yaitu pendekatan yang mengaitkan materi pelajaran dengan budaya siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas model PjBL dengan pendekatan CRT dalam meningkatkan kemampuan berpikir kreatif dan komunikasi matematis tulis siswa SMP.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi-experiment tipe pretest-posttest control group design. Subjek penelitian terdiri dari dua kelas VIII SMP Darun Najah 2 Karangploso, yaitu kelas eksperimen yang mendapatkan perlakuan PjBL dengan pendekatan CRT dan kelas kontrol yang mendapatkan pembelajaran konvensional. Instrumen yang digunakan berupa tes kemampuan berpikir kreatif matematis, tes komunikasi matematis tulis, dan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran. Data dianalisis menggunakan uji independent sample t-test dan uji ANOVA untuk melihat perbedaan hasil belajar antara kedua kelompok.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Berdasarkan uji t-test, nilai signifikansi kemampuan berpikir kreatif adalah 0,000 < 0,05 dan komunikasi matematis tulis adalah 0,000 < 0,05. Rata-rata N-Gain kemampuan berpikir kreatif siswa kelas eksperimen sebesar 0,72 dan komunikasi matematis tulis sebesar 0,70 yang termasuk kategori tinggi. Hasil ini menunjukkan bahwa model PjBL dengan pendekatan CRT efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kreatif dan komunikasi matematis tulis siswa. Pendekatan ini direkomendasikan untuk diterapkan dalam pembelajaran matematika kontekstual yang memperhatikan latar belakang budaya siswa. Penelitian lanjutan dapat mengembangkan pendekatan ini dengan memvariasikan materi atau jenjang pendidikan untuk melihat konsistensi efektivitasnya dalam konteks berbeda.
