| dc.description.abstract | Penelitian ini dilaksanakan di Dusun Petiyen Desa Takerharjo Kecamatan Solokuro Kabupaten Lamongan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh tinggkat penggunaan ampas bir terfermentasi Aspergillus nigger pada complete feed terhadap nilai ekonomis domba lokal. Kegunaan dari penelitian ini sebagai pedoman dan informasi tentang pemanfaatan pengaruh tinggkat penggunaan ampas bir terfermentasi Aspergillus nigger pada complete feed terhadap nilai ekonomis domba lokal. Hasil penelitian juga diharapkan dapat digunakan sebagai data dasar untuk menunjang penelitian selanjutnya dan memberikan masukan bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah domba 12 ekor pejantan bobot awal 15 kg sampai 44 kg dan bahan pakan yang digunakan adalah pakan Complete feed, tongkol jagung, jagung, dedak halus, gandum, kulit kopi, gaplek, polard, DDGS, SGF, ampas kecap, urea, molases, kapur, ampas bir yang sudah difermentasi. Metode yang digunakan adalah metode percobaan menggunakan Rancangan Acak klompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 3 kelompok, tiap klompok terdiri dari 1 ekor domba (penelitian). Perlakuan yang diberikan adalah P0 = tidak menggunakan ampas bir. P1 = menggunakan ampas bir 10%. P2 = menggunakan 15% ampas bir. P3 = menggunakan 20% ampas bir. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah efisiensi pakan, biaya pakan perkilogram dan Income Over Feed Cost.
Hasil penelitian menunjukan pengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap biaya pakan perkilogram dan IOFC domba jantan. Dari hasil diperoleh nilai rata - rata Income Over Feed Cost, P0 =Rp 218217,60ᵃ/ekor, P1 =Rp 241808,57ab/ekor, P2 =Rp 249559,73ᵇ/ekor, dan P3 =Rp 258378,67b/ekor. Pada biaya pakan perkilogram pertambahan bobot badan yaitu P3 =Rp 19499,78a/, P2 = Rp.19928,99ab/, P1 = Rp 20321,64ᵇ/, dan P0 = Rp. 21503,07b.
Hasil penelitian ini membuktikan penggunaan ampas bir terfermentasi 20% mengalami penurunan pada biaya pakan perkilogram pertambahan bobot badan dan meningkatkan Income Over Feed Cost. Diharapkan pada penelitian selanjutnya disarankan penggunaan ampas bir lebih dari 20%. | en_US |