Efektivitas Model Pembelajaran Project-Based Learning (PJBL), dan Problem-Based Learning (PBL) dalam Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Peserta Didik
Abstract
Kemampuan pemecahan masalah matematis merupakan salah satu tujuan utama dalam pembelajaran matematika dan menjadi indikator penting dalam membekali peserta didik menghadapi berbagai persoalan dalam kehidupan nyata. Berdasarkan hasil observasi di SMP Negeri 1 Dau, kemampuan ini masih tergolong rendah, terutama pada materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV). Salah satu penyebabnya adalah pendekatan pembelajaran yang belum optimal dan cenderung bersifat procedural. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan penerapan model pembelajaran inovatif seperti Project-Based Learning (PjBL) dan Problem-Based Learning (PBL).
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui efektivitas modal Project-Based Learning (PjBL) dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik; (2) Mengetahui efektivitas model Problem-Based Learning (PBL) dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik; dan (3) membandingkan efektivitas antara model Project-Based Learning (PjBL), dan Problem-Based Learning (PBL) dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experiment. Sampel ditentukan secara non-random sampling melalui penunjukan dari pihak sekolah, dengan jumlah 93 peserta didik dari tig akelas VIII SMP Negeri 1 Dau. Instrument penelitian berupa tes kemampuan pemecahan masalah matematis. Teknik analisis data menggunakan uji Independent Sample t-Test dan One-Way ANOVA yang dilanjutkan dengan uji Tukey HSD.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) model PjBL menghasilkan rata-rata skor post-test 77,26, lebih tinggi dibandingkan kelompok pembelajaran konvensional (69,63) dengan nilai signifikansi p = 0,000; (2) model PBL menghasilkan rata-rata skor 80,30 yang juga lebih tinggi (p = 0,000); dan (3) terdapat perbedaan signifikan antara model PjBL, PBL, dan pembelajaran konvensional (p = 0,000), meskipun perbedaan antara PjBL dan PBL tidak signifikan secara statistik (p = 0,095).
Dapat disimpulkan bahwa model PjBL dan PBL sama-sama efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik, dengan model PBL menunjukkan hasil rata-rata yang lebih tinggi. Saran yang diberikan antara lain: (1) pendidik matematika disarankan menerapkan model PjBL atau PBL dalam pembelajaran; (2) sekolah diharapkan memberikan pelatihan implementasi model inovatif kepada pendidik; dan (3) peneliti selanjutnya disarankan memperluas cakupan ke jenjang lain dan mengkaji variabel lain yang relevan.
