Analisis Regulasi Diri dan Dukungan Sosial dalam Membentuk Kemandirian Belajar Matematika: Studi pada Siswa Kelas VIII MTs NU Menara
Abstract
Kemandirian belajar merupakan salah satu kemampuan penting dalam pendidikan modern yang berperan dalam membentuk individu yang mampu mengelola proses belajarnya secara efektif dan berkelanjutan. Kemampuan ini tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya adalah regulasi diri dan dukungan sosial. Regulasi diri memungkinkan siswa mengarahkan, memantau, dan mengevaluasi proses belajarnya, sedangkan dukungan sosial memberi penguatan emosional dan instrumental yang berdampak pada kepercayaan diri serta ketekunan belajar siswa.
Berdasarkan hasil wawancara awal dengan guru matematika di MTs NU Menara, ditemukan bahwa beberapa siswa masih menunjukkan ketergantungan tinggi dalam belajar. Mereka cenderung mengandalkan guru atau teman saat mengerjakan tugas, merasa kurang percaya diri ketika diminta mengerjakan soal di depan kelas, dan banyak yang mengerjakan pekerjaan rumah (PR) di sekolah.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis regulasi diri dan dukungan sosial dalam membentuk kemandirian belajar matematika siswa. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan subjek penelitian siswa kelas VIII MTs NU Menara yang telah mempelajari materi transformasi pada semester genap tahun ajaran 2024/2025. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan wawancara mendalam. Data dianalisis secara deskriptif melalui tahapan open coding, axial coding, dan selective coding untuk memperoleh pemahaman yang utuh dan mendalam mengenai keterkaitan antar variabel yang diteliti.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa regulasi diri dan dukungan sosial saling berperan dalam membentuk dan memperkuat kemandirian belajar siswa dalam pembelajaran matematika. Kemandirian belajar tidak hanya terbentuk dari faktor internal siswa, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh dukungan sosial yang mendukung proses belajar.
