Pengembangan Video Interaktif Berbasis Problem Based Learning (PBL) untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi dan Numerasi
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan literasi dan numerasi peserta didik dalam pembelajaran matematika, khususnya pada materi limit fungsi aljabar. Rumusan masalah dalam penelitian ini meliputi bagaimana proses dan hasil pengembangan video interaktif berbasis Problem Based Learning (PBL) dalam meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan media video interaktif yang efektif dan relevan secara kontekstual, serta mengevaluasi kelayakan dan dampaknya terhadap peningkatan kompetensi dasar siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation), dengan data diperoleh dari observasi, angket, wawancara, dan tes literasi serta numerasi. Validasi dilakukan oleh ahli materi, media, dan praktisi pendidikan, serta diimplementasikan secara terbatas pada siswa kelas XI SMAN 1 Singosari. Tahapan pengembangan dilakukan secara sistematis untuk menghasilkan media yang layak digunakan dalam pembelajaran.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa media video interaktif berbasis PBL yang dikembangkan memperoleh skor validasi rata-rata sebesar 92,4% (kategori sangat valid), dan kepraktisan 90,8% (kategori sangat praktis). Uji efektivitas menggunakan desain pretest-posttest menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kemampuan literasi dan numerasi siswa, dengan nilai gain score sebesar 0,68 (kategori sedang-tinggi). Uji statistik menggunakan paired t-test menunjukkan nilai p < 0,05, yang mengindikasikan bahwa peningkatan tersebut signifikan. Selain itu, reliabilitas instrumen pengukuran berada pada kategori sangat baik dengan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,89. Video interaktif yang dikembangkan menyajikan materi secara visual, interaktif, dan kontekstual dengan simulasi, kuis, serta latihan soal. Fitur-fitur ini secara efektif mendorong partisipasi aktif, berpikir kritis, dan pemahaman konseptual yang lebih mendalam.
Rekomendasi pembelajaran dari hasil penelitian ini menekankan pentingnya integrasi teknologi dalam penyampaian materi matematika yang abstrak, terutama pada materi limit fungsi aljabar. Guru disarankan untuk menggunakan video interaktif berbasis PBL sebagai alternatif media ajar yang mendukung pembelajaran kontekstual, fleksibel, dan mandiri. Video ini dapat digunakan baik dalam pembelajaran tatap muka maupun daring, serta dalam model pembelajaran seperti flipped classroom dan blended learning. Keterlibatan peserta didik dalam penggunaan media ini juga berdampak positif terhadap motivasi dan sikap terhadap matematika. Oleh karena itu, pelatihan bagi guru dalam merancang dan menggunakan media interaktif berbasis masalah perlu ditingkatkan. Sekolah diharapkan mendukung penyediaan infrastruktur dan kebijakan yang menunjang penerapan media berbasis teknologi dalam pembelajaran.
Penelitian selanjutnya disarankan untuk menguji keefektifan media ini dalam skala yang lebih luas dan pada jenjang pendidikan yang berbeda, guna mengetahui konsistensi dampaknya. Perlu juga dilakukan adaptasi materi video untuk topik matematika lainnya yang memiliki tingkat kompleksitas serupa. Pengembangan media berbasis teknologi sebaiknya melibatkan tim multidisiplin untuk menghasilkan produk dengan kualitas visual, audio, dan pedagogik yang lebih optimal. Analisis jangka panjang mengenai perubahan kemampuan literasi dan numerasi setelah penggunaan media secara berkelanjutan juga menjadi aspek penting yang perlu diteliti. Penelitian mendatang dapat mengeksplorasi integrasi kecerdasan buatan dan personalisasi dalam video interaktif untuk meningkatkan efektivitas belajar individual. Dengan demikian, pengembangan media pembelajaran berbasis PBL akan terus relevan dan berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan matematika abad ke-21.
