Kajian Performa Burung Puyuh Petelur (Coturnix Japonica) yang diberi Suplemen Organik Cair GDM dalam Pakan dengan Dosis Berbeda
Abstract
Sektor peternakan memegang peranan penting dalam penyediaan protein hewani. Burung puyuh (Coturnix japonica) merupakan unggas yang efisien dalam menghasilkan telur dan daging berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian Suplemen Organik Cair GDM (SOC) yang mengandung bakteri apatogen (Bacillus Pumilus, Bacillus brevis, Bacillus Mycoides, Pseudomonas alcaligenes, Micrococcus roseus) ke dalam pakan dengan dosis berbeda terhadap performa burung puyuh petelur, khususnya pada parameter Hen Day Production (HDP), massa telur (Egg mass), konversi pakan, dan mortalitas.
Penelitian menggunakan metode eksperimen Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dosis SOC (0%, 0,1%, 0,3%, 0,5%, dan 0,7%) dan empat ulangan, dengan masing-masing unit terdiri dari 20 ekor puyuh. Parameter dianalisis menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) untuk melihat perbedaan nyata antar perlakuan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian SOC berpengaruh nyata (P < 0,05) terhadap semua parameter yang diamati. Dosis 0,7% menghasilkan nilai Hen Day Production (HDP) tertinggi yaitu 98,02%, egg mass sebesar 12,74 gram, dan konversi pakan terendah yaitu 1,66, menandakan efisiensi yang lebih tinggi. Selain itu, perlakuan dengan SOC juga menurunkan tingkat mortalitas, menunjukkan peningkatan ketahanan tubuh burung puyuh terhadap kondisi lingkungan.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penambahan Suplemen Organik Cair GDM dalam pakan burung puyuh petelur secara signifikan meningkatkan produktivitas dan efisiensi pakan, serta menurunkan angka kematian. Pemberian SOC dosis 0,5–0,7% direkomendasikan untuk meningkatkan performa burung puyuh dalam usaha peternakan.
