Analisis Karakteristik Peternak Dan Potensi Sumber Daya Peternakan Terhadap Pengembangan Usaha Sapi Potong Di Kecamatan Gondanglegi Kabupaten Malang
Abstract
Penelitian ini di mulai tanggal 15 Februari 2025 sampai 2 Maret 2025. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Karakteristik Peternak dan Potensi Sumber Daya Peternakan Terhadap Pengembangan Usaha Sapi Potong di Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang. Kegunaan penelitian ini bahan pertimbangan untuk peternak dalam menentukan keputusan yang tepat untuk merencanakan beternak sapi potong ditinjau evaluasi dari aspek keuntungan, menyumbangkan pemikiran untuk perbaikan kebijakan dan praktik pengembangan usaha sapi potong hasil penelitian ini dapat menjadi wujud dasar untuk penelitian lanjutan yang dapat menghasilkan pubikasi artikel ilmiah dalam bentuk jurnal.
Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah fokus pada tiga desa yang memiliki populasi ternak sapi potong tertinggi dan menggunakan peternak sapi potong sebagai responden untuk mengisi kuesioner. Kriteria responden merupakan peternak yang memiliki populasi sapi potong terbanyak di Kecamatan Gondanglegi dan jumlah responden yang dibutuhkan sebanyak 30 responden. Penelitian ini menerapkan metode mix methods yang mengombinasikan pendekatan kuantitatif dan kualitatif, sehingga memungkinkan validasi data kuantitatif dengan data kualitatif dan memberikan pemahaman yang lebih menyeluruh tentang karakteristik peternak dan variabel yang mempengaruhi potensi pengembangan usaha. Variabel penelitian yaitu karakteristik peternak dan potensi sumber daya peternakan. Analisis data menggunakan analisis desktriptif dan analisis regresi linier berganda. X1 meliputi umur, pendidikan dan pengalaman beternak. X2 meliputi pakan, luas lahan dan daya tampung sapi. Y merupakan pengembangan usaha sapi potong yaitu jumlah sapi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel karakteristik peternak dengan pengembangan usaha sapi potong memiliki hubungan positif namun tidak berpengaruh secara signifikan karena masing-masing kategori (umur,pendidikan dan pengalaman beternak) menunjukkan nilai
>0,005 dan hasil dari uji F X1 (karakteristik peternak) terhadap Y(pengembangan usaha sapi potong) bersama-sama memiliki pengaruh yang signfikan dengan nilai 0,040. Hasil nilai koefisien determinasi X1 terhadap Y 0,32 menunjukkan bahwa hubungan antara karakteristik peternak(umur,pendidikan dan pengalaman beternak) terhadap pengembangan usaha sapi potong lemah. Hasil analisis regresi variabel X2(pakan)terhadap Y(jumlah sapi) memiliki hubungan negatif dengan nilai koofisien -0,361 dan dinyatakan berpengaruh secara signifikan dengan
nilai signifikasi 0,003. Nilai koefisien determinasi X2(pakan) terhadap Y(jumlah sapi) menunjukkan 0,274 hubungan pakan dengan pengembangan usaha sapi potong lemah. Hasil analisis X1(karakteristik peternak) dan X2 (pakan) terhadap Y(jumlah sapi) yang memiliki hubungan postif dengan pengembangan usaha sapi potong meliputi umur dan pendidikan dan yang memiliki hubungan negatif pengalaman beternak dan pakan. Nilai hasil uji F X1( karakteristik peternak) dan X2 (pakan) terhadap Y(jumlah sapi) 0,002 menunjukkan berpengaruh signifikan terhadap pengembangan usaha sapi potong. Nilai hasil koefisien determinasi X1(karakteristik peternak) dan X2(pakan) 0,520 menunjukkan hubungan moderat. Hasil analisis deskriptif Potensi sumber daya peternakan (luas lahan dan daya tampung sapi) meunjukkan Kecamatan Gondanglegi dapat mengembangkan 29,262 ekor sapi potong/tahun berdasarkan luas lahan hijauan ternak saat ini. Populasi saat ini adalah 1401 ekor. Kecamatan Gondanglegi belum cocok untuk pengembangan usaha sapi potong karena ketersediaan cadangan daya dukung pakan yang kecil.
