Analisis Potensi Pengembangan Sapi Potong dengan Sistem Ekstensif di Padang Savana Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu Provinsi Nusa Tenggara Barat
Abstract
Potensi sapi potong merupakan komoditas unggulan yang menunjukkan bahwa komoditas tersebut memiliki pertumbuhan yang cukup tinggi dan kontribusi yang diberikan cukup besar, seperti daging sebagai produk utama, kotoran sebagai sumber bahan pupuk organik dan sumber biogas, kulit sebagai bahan pembuatan keripik dan lain sebagainya. Sistem pemeliharaan ekstensif adalah ternak dipelihara dengan cara dilepas di padang pengembalaan. Padang Savana Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu adalah merupakan tempat pelepasan ternak potong yang terdiri dari kerbau, sapi dan kuda bagi masyarakat Dompu dan Bima yang ada di wilayah pulau Sumbawa.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui profil peternakan sapi potong di Padang Savana Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu dan juga menganalisis potensi pengembangan peternakan sapi potong Padang Savana Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Pelaksanaan penelitian ini mulai pada tanggal 01 September 2024 sampai dengan 30 September 2024 bertempatan di Padang Savana Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa padang savana Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu memiliki luas wilayah sebesar 2000 hektar dengan jumlah populasi keseluruhan sebanyak 46.177 ST yang terdiri dari sapi, kambing, kuda dan kerbau yang tersebar di 12 desa. Daya tampung padang savana Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu total keseluruhannya adalah sebesar 154.922 ST. Analisa SWOT padang savana Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu terdiri dari Kekuatan (Strengths) padang pengembala yang memiliki luas lahan 2000 hektar, padang pengembala yang memiliki jumlah populasi terbesar di Kabupaten Dompu, padang pengembala yang memiliki kontribusi terbesar terhadap ekonomi peternak di Kabupaten Dompu. Kelemahan (Weaknesses) padang pengembala yang hanya ditumbuhi oleh rumput yang kandungan nutrisi nya rendah, padang pengembala yang krisis air minum bagi ternak di musim kemarau, manajemen pencegahan penyakit yang tidak optimal. Peluang (Opportunities) penanaman bibit rumput unggul yang memiliki kandungan nutrisi tinggi untuk mencukupi kebutuhan pakan hijauan ternak, pengadaan sistem pengairan atau melakukan bor sumber air, program pengembala yang berkelanjutan. Ancaman (Threats) serangan binatang buas terhadap ternak, keamanan yang kurang maksimal, pengalihan fungsi lahan menjadi lahan pertanian sehingga menyebabkan konflik antara peternak dan petani.
