Elastisitas Produksi Usaha Ternak Broiler menggunakan Kandang Close House Pola Kemitraan di Kab. Banyumas Provinsi Jawa Tengah
Abstract
Broiler berperan penting dalam memenuhi kebutuhan protein hewani di Indonesia, dengan produksi yang terus meningkat. Pertumbuhannya yang cepat, dalam 35 hari, dipengaruhi oleh faktor genetik dan lingkungan. Peternakan broiler komersial mengandalkan bibit unggul, pakan berkualitas, dan manajemen kandang modern. Keberhasilan usaha dipengaruhi oleh biaya produksi, efisiensi FCR, kesehatan ayam, kondisi kandang, dan strategi pemasaran.
Penelitian ini menggunakan metode Kuantitatif Deskriptif dengan analisis Cobb-Douglas untuk mengetahui elastisitas produksi broiler pola kemitraan di Kabupaten Banyumas. Sampel sebanyak 50 peternak diambil dengan stratified random sampling berdasarkan skala usaha. Data dikumpulkan melalui survei, kuesioner, wawancara, dan observasi, serta dianalisis menggunakan model regresi logaritmik dengan variabel input meliputi: populasi (X1), FCR (X2), deplesi (X3), total biaya (X4), umur panen (X5), bonus (X6), ABK (X7), dan Index Performance (X8).
Hasil analisis biaya produksi, pendapatan, performa, serta uji statistik pada usaha ternak broiler pola kemitraan berdasarkan tiga kategori populasi (kecil, sedang, dan tinggi). Biaya produksi per kilogram ayam hidup berturut-turut sebesar Rp19.416 (kategori kecil), Rp18.626 (kategori sedang), dan Rp17.960 (kategori besar), dengan pakan sebagai komponen biaya terbesar. Penerimaan dan pendapatan tertinggi diperoleh pada kategori besar, menunjukkan bahwa semakin besar skala populasi, semakin efisien distribusi biaya tetap dan variabel. Performa terbaik berdasarkan indeks performa (IP) juga dicapai pada kategori besar (IP 354), dibandingkan sedang (IP 334) dan kecil (IP 332). Uji asumsi klasik menunjukkan bahwa data memenuhi asumsi normalitas, tidak terjadi multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan autokorelasi. Uji regresi menunjukkan bahwa variabel deplesi, bonus, ABK, dan indeks performa berpengaruh signifikan terhadap tonase, dengan Adjusted R² sebesar 74,6%. Secara keseluruhan, usaha broiler dengan populasi besar menghasilkan kinerja teknis dan finansial terbaik.
Kesimpulan dari sebagian besar peternak broiler plasma memiliki tingkat pendidikan SMA (66%) dengan rentang usia 30–60 tahun, serta pengalaman beternak antara 3 hingga 6 tahun. Pendapatan rata-rata peternak broiler dengan sistem kandang Close House berada pada kategori kecil sebesar Rp1.531/kg, kategori sedang sebesar Rp2.142/kg, dan kategori besar sebesar Rp2.317/kg, dengan performa paling optimal terdapat pada kategori besar yang memiliki HPP sebesar Rp17.960/kg dan pendapatan Rp2.317/kg. Sistem pemeliharaan kandang Close House terbukti lebih menjanjikan dan menguntungkan. Faktor-faktor yang paling berpengaruh terhadap elastisitas hasil ternak broiler pola kemitraan yaitu indeks performa (X8). Indeks Performance (IP). Indeks Performance memiliki pengaruh paling besar terhadap tonase dengan nilai elastisitas tertinggi (1,899), yang menunjukkan bahwa peningkatan efisiensi produksi sangat berdampak terhadap hasil tonase.
