Pengaruh Pemberian Probiotik Lactobacillus Salivarius Dan Lactobacillus Casei Dalam Air Minum Ayam Petelur Terhadap Indeks Kuning Telur Dan Haugh Unit Telur Ayam Ras Petelur
Abstract
Penelitian ini dilaksanakan selama 21 hari mulai 10 Desember sampai 31 Desember 2024. Lokasi penelitian ini bertempat di Blitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian Probiotik Lactobacillus Salivarius dan Lactobacillus Casei pada Air Minum Terhadap Indeks Kuning Telur dan Haugh Unit Telur Ayam Ras Petelur meliputi : Indeks Kuning Telur dan Haugh Unit Telur Ayam Petelur
Materi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Ayam Ras Petelur strain Isa brown yang berumur 70 minggu berjumlah 320 ekor, dan Probiotik Lactobacillus salivarius dan Lactobacillus casei. Perlakuan pemberian Probiotik selama 21 hari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Setiap unit perlakuan berisi 80 ekor. Perlakuan dalam penelitian ini sebagai berikut : P0 = air minum tanpa pemberian Probiotik Lactobacillus salivarius dan Lactobacillus casei (sebagai kontrol), P1 = Pemberian Probiotik Lactobacillus salivarius sebanyak 5 ml/L pada air minum, P2 = Pemberian Probiotik Lactobacillus casei sebanyak 5 ml/L pada air minum, P3 = Pemberian Probiotik Lactobacillus salivarius dan Lactobacillus casei sebanyak 2,5 ml/L + 2,5 ml/L pada air minum. Variabel yang diukur yaitu Indeks kuning telur dan haugh unit telur ayam ras petelur. Data yang diperoleh dianalisa dengan ANOVA (Analysis Of Variance) dan dilanjut dengan Uji BNT.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemberian Probiotik Lactobacillus salivarius dan Lactobacillus casei berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap nilai Indeks kuning telur dan tidak berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap Haugh unit. Adapun nilai rata-rata Indeks kuning telur setiap perlakuan yaitu P0 : 0,41 ± 0,008a, P1 : 0,43 ± 0,006ab, P2 : 0,46 ± 0,017c, P3 : 0,44 ± 0,017bc. Sedangkan nilai rata-rata Haugh unit setiap perlakuan yaitu P0 : 88,16 ± 3,306, P1 : 90,04 ± 3,425, P2 : 91,88 ± 7,501, P3 :89,44 ± 5,032.
Kesimpulan penelitian ini adalah Pemberian probiotik Lactobacillus salivarius dan Lactobacillus casei dengan dosis sebanyak 5 ml/L menghasilkan nilai terbaik indeks kuning telur 0,46 termasuk mutu I dan tidak berpengaruh terhadap haugh unit, namun mampu meningkatkan nilai haugh unit diatas rata-rata SNI yaitu nilai terbaik 91,88 pada telur ayam ras petelur yang berumur 70 minggu dan pengambilan data di umur 73 minggu.
