Perbedaan Sistem Perkandangan Terhadap Produksi Dan Berat Jenis Susu Segar Di Kemitraan Koperasi Susu Pujon, Kabupaten Malang, Jawa Timur
Abstract
bertempat di Kandang rearing milik Koperasi Sinau Andandani Ekonomi (KOPSAE) dan kandang tertutup milik mitra KOP SAE. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan sistem perkandangan terhadap produksi dan berat jenis susu segar. Kegunaan penelitian untuk mengetahui jenis sistem perkandangan yang baik dalam meningkatkan produktivitas sapi perah.
Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 20 ekor sapi perah jenis peranakan frisiean holstein (PFH) pada masa laktasi 3-4. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah milk can, laktodensimeter, dan gelas ukur. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus, 2 perlakuan dan 10 ulangan. Perlakuan pada penelitian ini adalah P1: pemeliharaan sapi di kandang tertutup. P2: pemeliharaan sapi di kandang terbuka. Variabel yang diamati adalah produksi susu dan berat jenis susu. Data yang diperoleh dianalisa Uji t-tidak berpasangan (independent t test).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam sistem perkandangan berbeda sangat nyata (P<0,01) terhadap produksi susu dan berat jenis susu. Rata – rata produksi susu pada P1 adalah 14,85 l/hari, sedangkan pada kandang terbuka P2 adalah13,15 l/hari. Rata – rata berat jenis susu pada kandang tertutup adalah P0 = 1,027 g/ml, sedangkan berat jenis pada kandang terbuka adalah P1 = 1,025 g/ml.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah perbedaan sistem perkandangan sangat berbeda terhadap produksi dan berat jenis susu sapi segar. Jumlah produksi dan berat jenis pada kandang tertutup lebih tinggi daripada kandang terbuka. Saran penelitian ini adalah sebaiknya para peternak untuk menerapkan sistem perkandangan tertutup. Saran untuk penelitian lanjutan adalah perlunya meneliti performa sapi perah dan angka kejadian mastitis.
