Perbedaan Jenis Telur Terhadap Kadar Air Dan Kualitas Organoleptik Telur Asin
Abstract
Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Terpadu Universitas Islam Malang, pada tanggal 09 Januari sampai dengan 10 Februari 2025. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan jenis telur terhadap kadar air dan kualitas organoleptik telur asin.
Materi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu telur itik dan telur ayam ras, pengaduk kayu, wadah karton, ember plastik, panci, sendok, tissue, kompor gas, pengukus (alat masak), pisau, kuisioner, dan alat tulis untuk mencatat data. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, bubuk bata merah dan garam krasak dengan perbandingan adonan 4:1 yaitu 400 gram bubuk bata merah dan 100 gram garam dan air. Metode penelitian ini adalah experimen. Perlakuan pada penelitian ini yaitu perbedaan jenis telur yang terbagi atas 2 (dua) perlakuan, antara lain P1 = telur ayam ras dan P2 = telur itik, dengan masing–masing ulangan sebanyak 15 kali. Variabel yang diamati adalah kadar air dan kualitas organoleptik. Data diperoleh dan dianalisis menggunakan uji T tidak berpasangan (Independent Samples T-Test).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan sangat nyata pada kedua jenis telur (P<0,01) terhadap kadar air, nilai rata-rata kadar air (%) dari masing-masing perlakuan yaitu 28,13 (P1) dan 38,47 (P2). Ada perbedaan nyata (P<0,05) pada jenis telur terhadap warna kuning telur dan kesukaan, nilai rata-rata pada warna kuning telur dari masing-masing perlakuan yaitu 3,47 (P1) dan 4,47 (P2), nilai rata-rata pada kesukaan dari masing-masing perlakuan yaitu 3,33 (P1) dan 4,53 (P2). Tidak terdapat perbedaan nyata (P>0,05) pada kedua jenis telur terhadap rasa, aroma, tekstur dan warna putih telur, nilai rata-rata pada rasa terhadap telur asin dari masing-masing perlakuan yaitu 3,6 (P1) dan 3,67 (P2), nilai rata-rata pada aroma terhadap telur asin dari masing-masing perlakuan yaitu 3 (P1) dan 3,13 (P2), nilai rata-rata pada tekstur terhadap telur asin dari masing-masing perlakuan yaitu 2,73 (P1) dan 3,4 (P2), nilai rata-rata pada warna putih terhadap telur asin dari masing-masing perlakuan yaitu 3,53 (P1) dan 4,43 (P2).
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan jenis telur terhadap kadar air dan kualitas organoleptik pada warna kuning telur dan kesukaan telur asin. Pada rasa, aroma tekstur dan warna putih telur tidak terdapat perbedaan. Telur itik menghasilkan telur asin dengan kadar air yang tinggi dan kuning telur berwarna kuning hingga sangat kuning dan tingkat kesukaan sangat suka. Saran : memproduksi telur asin sebaiknya menggunakan telur itik dengan media 400 gram bubuk bata merah, 100 gram garam, dan air, dengan lama pemeraman 12 hari. Untuk penelitian selanjutnya sebaiknya diadakan penelitian dengan variabel kadar protein, kadar lemak, kadar NaCl pada kedua jenis telur asin tersebut.
